





But I must explain to you how all this mistaken idea of denouncing pleasure and praising pain was born and I will give you a complete account of the system, and expound the actual teachings of the great explorer of the truth, the master-builder of human happiness. No one rejects, dislikes, or avoids pleasure itself, because it is pleasure, but because those who do not know how to pursue pleasure rationally encounter consequences that are extremely painful. Nor again is there anyone who loves or pursues or desires to obtain pain
Author: Penulis/Foto: Pidav / Pidav
Bagi pemilik Yamaha Scorpio pasti pernah menemui masalah seputaran elektrik starternya. Mungkin karena termakan usia atau perangkat di sistem starter sudah tak bekerja dengan baik.
Seperti Herman Guntoro pada besutannya. "Mesin gak mau hidup pakai starter elektrik, padahal aki masih baru. Trus, sewaktu matiin mesin juga aneh, ada suara 'bledak' di bak magnet. Kenapa ya?" tanya warga Kedoya, Jakbar ini.
Menurut Eric Ariyanto dari bengkel Pit Bike (PB), ada dua faktor penyebab. "Selain umur pakai dan juga keseringan menekan elektrik starternya terlalu lama. Makanya Starter one-way assy (SOWS) atau bagian laher starternya rusak," terang Eric pemilik bengkel di Jl. Kembang Kerep No.102, Jakbar.
Waduh, mahal dong? Gak kok, cukup keluarkan kocek Rp 150 ribu untuk menebus komponen tersebut berikut jasa pasangnya. Coba bandingkan jika belanja di bengkel resmi bisa kena Rp 647 ribu. Berarti perbedaan harganya sangat jauh, selisihnya Rp 497 ribu! Padahal partnya sama-sama orisinal lo.
Gbr 1
Gbr 2
Gbr 3
Gbr 4
Nah, untuk menghemat waktu, Eric langsung memasang standar tengah di motor dan segera menyiapkan peralatannya. Yakni, kunci ring 12, T-8, T-14, L-6 dan alat khusus untuk melepas magnet yaitu treker.
Pertama, pria ini menguras seluruh oli mesin dahulu hingga habis dengan membuka baut di bawah mesin memakai kunci ring 12. Lalu, mengendurkan dan lepas ke-15 baut penahan bak kopling dan cover rantai memakai kunci T-8 (gbr.1).
Setelah bak koplingnya terbuka, dilanjutkan mencopot satu baut pengancing yang berada tepat di tengah magnet menggunakan T-14. Kemudian melepas tiga baut yang juga sebagai penahan di bagian dalam magnet dengan kunci L-6 (gbr.2).
Sudah? Berikutnya, melepas magnetnya memakai treker (gbr.3).
"Posisi SOWS ada di balik magnetnya dan bisa kita lihat pada bagian pipa sulingnya pasti ada yang grepes kasar atau halus karena bergesekan dengan rumah laher," ucapnya sambil menunjukan bagian yang rusak (gbr.4).
Tinggal ganti deh komponen yang sudah usang tadi dengan yang baru dan pasang kembali seperti keadaan semula. Pastikan lagi semua baut terikat dengan kuat.
Sumber :Penulis/Foto: Pidav / Pidav - otomotifnet.com
![]() Gbr 1 | ![]() Gbr 2 |
![]() Gbr 3 | ![]() Gbr 4 |
Padahal, jika dilihat konstruksinya, tangki ini sudah dirancang agar minim getaran. Seperti beberapa bagian selalu diselubungi karet sebagai peredam getaran. Seperti dudukan pada sasis (gbr.1), lantas sandaran tangki yang menempel di sasis pun terlindungi dari karet (gbr.2).
Penasaran pun muncul di benaknya. Fokus pada bagian-bagian yang dirancang agar meredam getar, ternyata ditemukan penyebabnya. Seperti pada sandaran tangki di sasis sebelah dalam tangki.
![]() Gbr 5 |
Sama seperti beberapa motor sport lain, mematikan mesin pada Yamaha Scorpio tidak perlu memutar kunci kontak ke posisi off. Tapi cukup memanfaatkan tombol fitur engine stop (ES). Hanya tinggal tekan knob ke posisi off, mesin motor akan mati. Simpel, kan?
Cuma ya itu, akibat keseringan dipakai, tapi minim perawatan, kerap kali membuat peranti tersebut rusak atau bermasalah. Seperti dialami Reza Ikhsan, pemilik Scorpio keluaran 2007. “Starter bisa, tapi kok engine stopnya gak berfungsi,” ungkap mahasiswa BSI, Jakarta ini.
gambar 1
gambar2
Reza pun segera membawa motornya ke bengkel terdekat. Di sana, dia bertemu Eric Ariyanto salah satu penggawang bengkel Pit Bike di kawasan Jl. Kembang Kerep, Maruya, Jakbar. “Gak usah bingung, ini cuma masalah di kabel-kabelnya aja. Tinggal kita urut lagi dan bisa dikerjakan sendiri, kok,” ujar Eric.
Caranya, pertama kita bongkar pusat permasalahannya, ES yang ada di setang. Gunakan obeng kembang (+) (gbr.1). Setelah semua terlepas dari pegangannya, langsung kita buka peranti tersebut sampai terbelah dua. “Pertama, cek rumah ES itu. Apakah ada yang aneh (misal karat atau ada mekanisme yang rusak), bila tidak kita tinggal bersihkan saja,” sarannya sembari bilang bisa memanfaatkan cairan penetran.
gambar 3
gambar 4
Berikutnya mengurutkan kabel-kabel terkait dengan mekanisme di ES. Pertama Kita buka batok lampu dengan obeng kembang (+). Lantas kita urut kabel dari ES-nya sampai ditemukan satu kabel berwarna hitam-putih (gbr.2).
gambar 5
Kalau sudah, gunakan avometer (gbr.3) cermati jarum penunjuknya, apakah bergerak menndakan ada tegangan atau malah diam saja indikasi tidak ada arus. Bila tidak ada, berarti masalah sudah ditemukan. Tinggal kita perbaiki.
Langsung potong kabel bermasalah itu pakai gunting (gbr.4). Berikutnya, kita sobek permukaan kabel sampai bertemu serat di dalamanya. Jika sudah, kita tinggal sambung lagi (gbr.5).
Terakhir, kita coba pengetesan pada ES. Jika sudah berfungsi normal, silakan membalikkan pengerjaan seperti awal kembali. Oh ya, jangan lupa pada kabel yang sudah kita sambung tadi ditutup lagi menggunakan isolasi agar tak terjadi hubungan pendek alias korsleting.
(dari otomotif.net)
Tinggal ganti karet vakum, masalah bakal selesai. Namun banyak yang mengeluh harga karet vakum yang mencapai Rp 400 ribu (Rp.671ribu per Mei 2010*edited by Tarom). “Ada yang sekalian ganti karburator model skep, tarikan lebih oke dan harga beda tipis,” ujar Rigno, pemilik Scorpio dari klub DPR Otomotif Community.
Ada berbagai pilihan karbu skep yang banyak dijual toko variasi. Paling banyak dipakai Scorpio yaitu Keihin. Tersedia tiga model atau varian yang ditawarkan, yaitu PE, PWL dan PWK. “Ketiganya berventuri 28 mm. Secara kasat mata modelnya mirip. Namun buat pemasangan dan seting punya perlakuan berbeda,” tambah Ari dari Jl. Pahlawan, No. 1, Rempoa, Ciputat, Tangerang.
Mari bahas satu per satu. Mulai dari Keihin PE, harga Rp 500 ribu-Rp 600 ribuan, paling banyak diminati pemilik Scorpio. Karbu PE Punya karakter tarikan atas oke. Namun putaran bawah agak sulit didapat. “Bila ingin tarikan bawah dapat, kompresi harus dibikin lebih padat,” terang mekanik berambut ikal ini lagi.
Untuk seting karbu ini, paling pas pakai spuyer ukuran 115 buat main -jet sedang 42 buat pilot-jet. “Buat atur putaran anginnya satu seperempat putaran balik setelah diset mentok,” lanjut Ari yang menjelaskan bila tipe PE jarum skepnya sudah fix tidak bisa disetel.
Pilihan kedua, adalah Keihin PWL. Banderol yang dipasang mulai Rp 700 ribu–800 ribuan. Keunggulan dari tipe PWL memiliki jarum skep yang bisa distel. “Untuk seting jadi lebih mudah. Jadi, sebelum ganti spuyer bisa disetel dari jarum skepnya dulu,” jelasnya.
Karakter PWL buka-bukaan gas lebih oke buat jarak pendek. Karakter ini cocok buat trek dalam kota dan ubahan Scorpio trail. “Sedang untuk putaran atasnya masih bagus tipe PE,” ujar Ari yang kasih bocoran seting spuyer untuk main-jet ukuran 120 sedangkan pilot-jet 48, dengan putaran angin lebih kurang 360 derajat alias satu putaran.Terakhir, Keihin PWK, tipe ini paling spesial dari dua model di atas. Lantaran untuk tarikan bawah dan atas seting karbu mudah didapat. Namun harga juga spesial, Rp 2,2 jutaan. Tipe ini punya skep model oval. Tapi untuk main-jetnya tidak sama, dimensi lebih panjang dari dua tipe sebelumnya di atas. “Cocoknya pakai main-jet yang biasa diaplikasi karbu Keihin motor SE,” cerocos Ari.
Untuk urusan seting spuyer di Scorpio, memang jauh lebih mudah. Main-jet ukuran 120 sedang pilot-jet 48. Setelan angin cukup digeser 1,5 putaran balik setelah diputar mentok. Getooo, lhoooo...!
Penulis/Foto : Belo/Boyo
(Di copy paste dari Tabloid Motor Plus, semoga berguna bagi pemilik Scorpio)