Sang Kancil tak pernah menyangka peristiwa hari itu akan mengubah secara total hidupnya. Sore itu Sang Kancil yang masih remaja belia baru saja beranjak keluar hutan setelah seharian menempuh perjalanan dari rumahnya -- sebuah gua cantik di tengah hutan.
Tepat di pinggir hutan ada tebing dengan dinding yang melandai. Sang Kancil sedang melangkah menuruni tebing itu ketika tiba-tiba tanah yang diinjaknya ambles sehingga Sang Kancil tergelincir dan meluncur cepat ke arah bawah tebing.
Tepat di pinggir hutan ada tebing dengan dinding yang melandai. Sang Kancil sedang melangkah menuruni tebing itu ketika tiba-tiba tanah yang diinjaknya ambles sehingga Sang Kancil tergelincir dan meluncur cepat ke arah bawah tebing.
Sang Kancil berteriak panik sambil kakinya terus melangkah dengan cepat agar keseimbangan tubuhnya terjaga dan dirinya tidak jatuh terguling-guling. Laju luncuran tubuh Sang Kancil semakin lama semakin cepat sebelum akhirnya menubruk patung orang-orangan yang berada di pinggir kebun mentimun di dasar tebing.
Hewan cerdik itu bernafas lega mendapati kakinya dan tulang-tulang tubuhnya tidak patah. Namun sejenak kemudian dia sadar bahwa orang-orangan ini telah dilumuri getah yang sangat lengket sehingga dirinya tidak bisa lepas darinya. Tak berapa lama kemudian Sang Kancil mendapati dirinya dimasukkan karung dan dibawa Pak Tani meninggalkan ladang di tepi hutan.
Sepanjang jalan didengarnya Pak Tani mengomel tentang para pencuri mentimun yang harus diberi pelajaran. Sadarlah Sang Kancil bahwa dirinya dituduh sebagai salah satu pencuri mentimun -- artinya banyak pencuri mentimun yang menjarah ladang Pak Tani.
Sepanjang jalan didengarnya Pak Tani mengomel tentang para pencuri mentimun yang harus diberi pelajaran. Sadarlah Sang Kancil bahwa dirinya dituduh sebagai salah satu pencuri mentimun -- artinya banyak pencuri mentimun yang menjarah ladang Pak Tani.
Sang Kancil diikat di sebuah pohon jeruk bali di kebun belakang Pak Tani. Tatkala dia mengamati area sekelilingnya, dilihatnya banyak binatang yang bernasib sama dengan dirinya.
Ada seekor rusa jantan yang terikat di pohon pete. Ada kambing hutan yang diikat di pohon mandingan. Seekor banteng kecil diikat di pohon mangga. Beberapa binatang lain dikurung dalam kurungan dari kayu. Dari jumlah yang hanya seekor dan perlakuan diikat atau dikurung terhadap mereka, Sang Kancil menyimpulkan mereka juga dituduh mencuri di ladang Pak Tani. Binatang piaraan Pak Tani biasanya jumlahnya banyak dan tidak diikat.
Ada seekor rusa jantan yang terikat di pohon pete. Ada kambing hutan yang diikat di pohon mandingan. Seekor banteng kecil diikat di pohon mangga. Beberapa binatang lain dikurung dalam kurungan dari kayu. Dari jumlah yang hanya seekor dan perlakuan diikat atau dikurung terhadap mereka, Sang Kancil menyimpulkan mereka juga dituduh mencuri di ladang Pak Tani. Binatang piaraan Pak Tani biasanya jumlahnya banyak dan tidak diikat.