aku melemparkan sisi pandangan kepada dua ekor lalat .
mereka asyik berbual sesama sendiri berbincang isu politik kaum lalat sebarang dua .
tahap kekerasan udara semakin kuat menerjah corong-corong hidung . seakan-akan menghukum aku .
mungkinkah udara percuma ini berubah harga nilai ? aku tidak pasti .
yang lintas cuma terdetik di saat ini , kalau lah tuhan datang bertandang , melebar tangan mengutip hutang .
aku pasti serta merta tubuhku kekejangan . iyalah , tiada harta mampu aku cagarkan untuk menebus nilai udara percuma 24 tahun yang lepas .
Allah . hanya syukur layakku tadahkan ke langit menerima nikmat yang kau terbit .
Alhamdulillah .
Alhamdulillah ...
______________________________________________________________
sejak ,
dua menjak ,
tiga menjak ,
empat menjak ,
lima menjak ,
dan enam menjak ini saya sangat sibuk dengan kehidupan di sini .
maaf kawan-kawan saya jarang update .
insyaAllah selepas ni saya cuba curahkan kasih sayang pada blog inih .
i lap you All .
...