.

Showing posts with label info. Show all posts
Showing posts with label info. Show all posts

Wednesday, September 18, 2013

Pentingnya Jaminan Perlindungan Kesehatan Bagi Keluarga

Sekarang ini banyak sekali penyakit berbahaya bermunculan. Salah satu penyebabnya adalah gaya hidup yang kurang sehat, pola hidup yang tidak teratur dan maraknya makanan siap saji semakin menjamur di Indonesia. Produksi makanan semakin menghalalkan segala cara untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya tanpa menghiraukan dampak negative pada kesehatan. Padahal, kesehatan merupakan hal terpenting dalam hidup manusia. Tak pandang bulu, penyakit bisa menyerang siapa saja, tidak hanya menyerang pada usia tua namun bisa jadi masih muda pun juga dapat terserang penyakit berbahaya.

‘Hidup susah, mati pun tak mau’. Barang kali itu lah pepatah yang paling tepat ketika kita sedang menderita penyakit berbahaya. Seperti Nenek saya, di usianya yang ke 66 tahun ini sudah lama mengidap penyakit diabetes. Sudah sering pula menjalani rawat inap di rumah sakit. Penyakit diabetes telah menyiksa bathinnya. Saya tak tega melihatnya. 

Thursday, September 12, 2013

Waspada, Bahaya Insomnia


Sumber gambar: Merdeka.com

Insomnia bukan suatu penyakit, tetapi merupakan suatu gejala yang memiliki kelainan sulit untuk tidur secara berulang-ulang walaupun mempunyai kesempatan untuk tidur itu ada. Bisa jadi pemicu kesulitan tidur ini dikarenakan adanya beban psikologi /pikiran yang terus-menerus mengganggu, sehingga adanya ketegangan otak di kepala.

Sulit tidur sering terjadi baik pada usia muda maupun usia lanjut; dan seringkali timbul bersamaan dengan gangguan emosional, seperti kecemasan, kegelisahan, depresi atau ketakutan. Terkadang  justru seseorang sulit tidur hanya karena badan dan otaknya tidak lelah.

Wednesday, September 4, 2013

Euforia Persatuan Masa Depan ASEAN 2015

Pelaksanaan persatuan di Negara-negara ASEAN ini masih terbilang ‘rumit’. Pasalnya dalam kenyataannya masih tersandung sejumlah persoalan, terutama masalah keamanan, ekonomi dan sosial budaya yang makin ‘semrawut’. Persengketaan wilayah yang terjadi di antara sejumlah negara ASEAN digadang-gadang memperumit terciptanya persatuan ASEAN. Sebut saja konflik internal yang ada di Negara anggota ASEAN yang terlibat di dalamnya. Antara lain Malaysia, Brunei, Filipina, dan Vietnam yang terlibat persengketaan dengan China, Taiwan di Laut China Selatan. Tak kalah serunya pada kasus Filipina yang belum terselesaikan adanya "Deklarasi Perilaku Laut Tiongkok Selatan”, serta eskalasi kekerasan di Myanmar pada konflik etnis di Rohingya maupun di Meiktila.

“Bagaimana bisa menciptakan persatuan pembangunan ASEAN kalau di dalam Negara-negara ASEAN masih banyak konflik? “ Dalam hal ini paradigma pendukung komunitas ASEAN berusaha keras untuk menyatukan rakyat dan menciptakan masa depan ASEAN dengan berdasarkan tiga pilar yaitu masyarakat Keamanan ASEAN (ASC), Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC) dan Masyarakat Soaial-Budaya ASEAN (ASSC).
pic: therealsingapore.com

Monday, September 2, 2013

Dilematis Kebebasan Pers Filipina

Kebebasan berekspresi dan berpendapat merupakan salah satu hak yang paling mendasar dalam kehidupan bernegara. Perlindungan dan kepastian hukum dalam menegakkan hukum perlu adanya transparansi / keterbukaan yang melibatkan peran serta masyarakat. Maka dari itu, kebebasan pers, hak wartawan dalam menjalankan fungsinya mencari dan memberitakan informasinya harus dipenuhi, dihormati, dan dilindungi.

Pengekangan kebebasan pres berekspresi yang terlalu berlebihan akan meresahkan media journalism untuk kebebasan menyebar luaskan informasi yang ada akan dipaksa untuk memuat setiap berita yang palsu, atau tidak boleh bertentangan dengan pemerintah. Bisa jadi, kebebasan pers ada tetapi lebih terbatas untuk memperkuat status quo, ketimbang guna membangun keseimbangan kontrol publik (termasuk pers). Karenanya, tidak mengherankan apabila kebebasan pers itu lebih tampak sebagai wujud kebebasan (bebasnya) pemerintah, dibanding bebasnya pengelola media dan konsumen pers, untuk menentukan corak dan arah isi pers tersebut.
pic: pontianak.tribunnews

Thursday, August 29, 2013

Sudahkah Anda Mempunyai Visa?

Nisa : “Gak punya Visa? Yah bikin lah!”
Tia: “Bukankah kalau mau ke luar negeri sudah cukup hanya dengan passport saja?”
Nisa: “yang pasti Visa itu izin untuk masuk ke negara lain dalam suatu periode waktu dan tujuan tertentu, sedangkan passport itu merupakan identitas kewarganegaraan yang mencakup informasi tentang kepemilikan identitas pribadi seperti nama, tanggal lahir, jenis kelamin dan tempat lahir."

Dari pembicaraan kedua teman saya membuatku penasaran dan ingin mengetahui, benarkah kalau mau visit ke luar negeri itu cukup menggunakan paspor saja atau harus memakai Visa? Kerancuan pemahaman ini membuat setiap orang yang tidak mengetahui hal tersebut menjadi bingung tentang kebenarannya.

Contoh VISA, gambar: underconsideration.com

Monday, July 1, 2013

Cara menghitung Jumlah ‘Kata’

Seringnya ikut kompetisi makin pengalaman pula dalam menulis. Suatu ketika dalam kompetisi menulis ditentukan untuk bercerita tidak melebihi 500 kata. Nah, saya bingung!!! 500 kata itu seberapa banyak yaa??? Masak iya saya harus menghitung manual satu persatu dengan jari??? Bisa di ketawain sama anak-anak donk…Wkwkwk....

Karena belum tau, lalu saya menulis ulang pada massege phone/handphone duh ribet banget sih hehehe... Kemudian saya menanyakan hal itu pada sohib saya, dan dia pun menyarankan saya untuk menulis pada MS Word. Nah, setelah saya otak-atik, ternyata di MS Word 2007/2010 ada cara menghitung jumlah kata, karakter, paragraph dan baris dalam suatu teks atau dokumen. Sudah pada tau belum? Yang belum tau, begini caranya: