Once Upon a Dream 
A dream journal by Yamineco 

Wednesday, January 05, 2011

Orcs, Zombies, School Girls and Gun Wielding Cat

Saya kembali mimpi jadi adventurer. :D

Jadi saya adalah seorang spellcaster. Guild saya mendadak diserang pasukan orc. Saya diperintahkan untuk mencari kelemahan mereka walaupun untuk keluar saja sudah susah karena pasukan orc sudah mencapai depan gerbang utama.

Jadi saya keluar dari jendela dan meniti tembok seperti kucing. Saya berhasil mencapai gerbang luar dan menemukan.. PSK orc nongkrong-nongkrong di kafe depan guild.. OTL

Jadi saya tanya mereka, mereka ngapain di situ karena biasanya ga ada PSK di sekitar guild. Meraka bilang itu karena ga biasanya orc berani ke tempat ini, makanya mereka nyari pelanggan yang lebih berprospek di situ. Mereka juga ngasih tau, biasanya pasukan orc gakkan bisa bertahan selama itu ngelawan guild seperti yang tempat saya bekerja, tetapi mereka jadi kuat karena mereka didukung pasukan bard yang membuat kekuatan mereka bertambah dengan lagunya.

Ketika saya lihat, memang kondisi di depan lebih seperti konser heavy metal ketimbang pertempuran dengan orc-orc berjaket kulit beraksesori rantai dan spike..

Jadi saya menembus pasukan orc dari belakang, rupanya pasukan di belakang tidak sekuat yang di depan, yang disupport pasukan bard. Pasukan depan pun akhirnya berhasil dipukul mundur setelah kami mentarget pasukan bardnya terlebih dahulu.

Kondisi di guild kembali normal. Saya langsung menerima pekerjaan baru, yaitu membasmi zombie di sebuah mansion.

Memasuki mansion itu adalah hal yang mudah, tetapi begitu masuk saya langsung disambut oleh zombie yang baru saja dibuat. Saya menyerangnya dengan sihir sampai ia ambruk, tapi tak lama kemudian dia bangkit lagi. Rupanya sihir saya tak mempan dan dia malah mengikuti saya. Berhubung dia tidak mencoba menyerang saya, jadi saya biarkan dia. Dia hanya mengikuti ke mana pun saya pergi, sambil menggumam tentang harus bertemu dengan seseorang..

Lalu saya melihat seorang gadis berseragam gakuran dikejar-kejar zombie, tangan dan mulutnya diikat sehingga saya menolongnya. Ia memberikan postol kepada saya dan langsung menyerang zombie yang mengejarnya.

(Zombie hunter school girl? Emangnya ini anime??)

Rupanya gadis itu adalah anggota pasukan pembasmi zombie yang ditugaskan ke sana. Katanya mereka semua tertangkap dan kini mereka sedang berusaha melarikan diri agar bisa meminta pasukan tambahan. Katanya mansion ini dikuasai seorang vampir yang mengendalikan zombie-zombie perempuan dan kemungkinan besar teman-teman gadis itu pun akan dijadikan zombie.

Biar dia bilang begitu, katanya belum ada satupun teman-temannya yang dijadikan zombie. Saya sih curiga ini ulah necromancer kesepian.. -_-;

Jadi kami bertiga bertarung melawan zombie (yah, si zombie jinak cuma ngekor sih), kami bertemu dengan satu gadis pembasmi zombie lagi yang langsung bergabung dengan kami. Kami juga menemukan banyak kucing yang sedang dikejar-kejar zombie, salah satunya bahkan membawa pistol dan sedang berusaha memasukkan pelurunya ketika ia dikejar zombie..^^;

Jadilah, seorang spellcaster, dua gadis pembasmi zombie berseragam sekolah dan 5 ekor kucing yang salah satunya bisa memegang pistol berjuang melawan pasukan zombie..

Lalu saya terbangun. OTL


Katanya, mimpi saya kayak High School of the Dead. Lha, saya belum nonton!

Labels: , , , , , , ,

Tuesday, December 21, 2010

The Missing Rich Man


 Sebenernya sebelumnya saya mimpi yang lain lagi, tapi saya rasa gakkan ada yang mau baca tentang mimpi saya main Plant VS Zombie versi tanamannya yang menyerang dan saya malah bertahan pakai zombie kan?


Jadi, setelah bersusah-payah mengingat mimpi ini, bisa juga saya menulis mimpi ini secara detil..



Mimpi saya kali ini bersetting di sebuah kota kecil yang damai, aman dan sejahtera. Tempat itu agak terpencil sehingga teknologinya tidak up-to-date dan tidak terjamah perang yang baru saja usai waktu itu di dunia itu.

Saya melihat dari point of view salah satu penduduk di sana.

Sebuah keluarga baru pindah ke sana dari kota yang lebih besar dan maju karena mereka mencari hidup yang lebih tenang. Banyak orang membantu mereka pindahan dan saya adalah salah satu orang kota tersebut yang membantu.. Dengan mengawasi anak perempuan mereka yang ga bisa diem. Anak ini tampak tomboi, dan rupanya suka menjelajah tempat baru sehingga dalam waktu singkat ia mengetahui seluk beluk kota itu.

Lalu ia sampai di rumah mewah di kota itu. Jadi konon rumah itu punya orang terkaya di kota itu. Orang kaya ini terkenal karena selain kaya, ia juga baik pada orang-orang kota. Ia juga nyentrik dan punya kebiasaan-kebiasaan aneh, tetapi orang-orang menganggap itu biasa saja.

Konon orang kaya ini menghilang. Dia ikut perang dengan beberapa orang dari kota itu dan tidak pernah kembali bersama yang lain. Tidak pernah ada kabar bahwa ia sudah meninggal, ia seperti menghilang begitu saja.

Di rumah itu si anak perempuan bertemu dengan perempuan tua dengan rambut putih panjang tergerai yang mengaku bahwa ia adalah ibu dari orang kaya ini. Ia berkata pada si anak perempuan, "Tolong saya.. Temukan anak saya.." dan menanyakan siapa nama anak perempuan itu. Anak perempuan itu memberikan nama panggilannya, yang sialnya saya tak ingat.

Yang saya ingat, nama panggilannya ini sangat berbeda dan nggak nyambung sama nama aslinya.

Lalu mereka pergi ke toko musik. Penjaga di sana bercerita, bahwa sebelum berangkat perang, si orang kaya menitipkan sebuah CD musik di toko itu. CD musik itu sudah tidak dijual lagi di mana-mana, tetapi si penjaga tidak pernah menjual CD itu walaupun cukup sering memutarnya di toko itu.

Setelah itu mereka melihat ke stasiun dan bertemu lagi dengan si perempuan tua. Kata orang-orang, perempuan tua itu selalu ke stasiun, berharap anaknya kembali dari perang. Kata orang-orang, awalnya mereka menyangka si orang kaya ini hidup sendiri, baru setelah ia pergi perang perempuan tua ini muncul dan memperkenalkan diri sebagai ibu dari si orang kaya. Mungkin selama ini dia jarang keluar karena anaknya ada dan selalu menemaninya di rumah.

Hari sudah sore, saya mengantar anak itu pulang tetapi mendadak kami seperti masuk ke dunia lain. Kami memasuki satu jalan dan tiba-tiba seperti terlempar ke waktu lain, di mana kota itu masih perumahan kecil. Di tempat itu muncul kucing-kucing yang bisa berbicara, mereka meminta anak itu untuk tidak sembarangan memberi tahu nama aslinya pada orang-orang. Mereka juga memberi tahu bahwa orang kaya itu sebenarnya ada dalam perlindungan mereka dan anak itu harus melindunginya juga.

Sejak itu, dia selalu dicari oleh sang nenek. Sang nenek selalu menanyakan nama anak itu sehingga si anak curiga dan selalu menghindar darinya. Kami jadi sering 'diculik' oleh para kucing agar terhindar dari si nenek.

Karena itu, si anak perempuan mencari tahu siapa si orang kaya ini. Dia menemukan bahwa orang kaya itu dikenal oleh nama panggilannya yang nggak nyambung sama sekali dengan nama aslinya. Tidak banyak orang yang tahu siapa nama aslinya. Anak ini juga akhirnya tahu bahwa ibu dari orang kaya ini sebenarnya sudah lama meninggal.

Akhirnya, si anak perempuan menghadapi si nenek. Si nenek masih saja menanyakan nama panjang si anak. Bukannya memberi namanya, si anak justru memberi tahu apa yang telah ia temukan. Mendadak si nenek tua berubah, sosoknya menjadi jahat dan terlihat sekali ia terobsesi dengan si orang kaya.. Dan kini dengan si anak juga. Si anak memberi tahu nama asli si nenek dan si nenek seperti menjadi dua sosok, yang satu berupa asap dan yang satu lagi seperti sang nenek sebelum menjadi jahat.

Sosok yang berupa si nenek berterima kasih pada si anak, lalu menghilang dengan wajah tenang. Sosok yang berupa asap marah dan memaksa si anak untuk memberikan nama panjangnya. Si anak tidak memberikan nama aslinya, tetapi malah menyanyikan lagu yang berasal dari CD musik yang dititipkan si orang kaya ke toko musik. Si asap langsung menghilang karena lagu ini.

Lalu ingatan baru muncul di kepala saya. Si orang kaya sebenarnya ikut pulang dari perang bersama yang lain, tetapi begitu menapakkan kaki ke kota itu setelah pulang dari perang, ia mendadak hilang ingatan, dan tidak ada satupun orang di kota itu yang mengenalinya. Ia hidup sebagai orang yang sama sekali berbeda, dengan identitas yang baru sama sekali.

Mimpi berhenti di situ.



Dugaan saya:
Si nenek yang mengaku ibunya si orang kaya mungkin makhluk halus yang mengikat jiwa orang dengan cara mendapatkan nama asli orang itu. Mungkin si ibu meninggal karena jiwanya diikat makhluk ini dan si orang kaya ini pindah untuk menghindari makhluk ini dan membuat nama panggilan yang nggak nyambung sama nama aslinya. CD musik yang ia titipkan adalah mantra untuk mengusir makhluk itu, dititipkan ke toko musik agar paling tidak ada satu orang di kota itu yang mengetahui mantranya.

Ia hilang ingatan mungkin karena ingatannya dikunci oleh para kucing, orang-orang kota juga tidak bisa menganalinya mungkin karena sihir para kucing juga. Alasan mengapa para kucing melindunginya mungkin ada hubungannya dengan kenyentrikannya, mungkin dia memiliki kebiasaan yang sebenarnya menguntungkan para kucing atau karena orang kaya ini mencintai dan menjaga kota itu dengan baik sehingga ia pun disukai oleh para kucing yang sebenarnya adalah roh penjaga kota itu.

Yang agak membingungkan adalah kenapa si makhluk halus keukeuh mengincar si orang kaya dan si anak perempuan saja padahal ia bisa saja meminta nama asli siapapun di kota itu atau di kota tempat tinggal si orang kaya sebelumnya. Mungkin dia mengincar si orang kaya karena pengaruh jiwa sang ibu yang terikat pada makhluk itu, atau karena si orang kaya tahu mantra untuk mengusir si makhluk. Mungkin dia mengincar si anak perempuan karena si anak perempuan adalah satu-satunya yang menyadari bahwa lagu dari CD musik itu adalah sebuah mantra.

Kenapa si anak bisa tahu bahwa lagu itu adalah mantra? Lebih membingungkan lagi.. Mungkin karena anak itu berasal dari tempat yang lebih maju, di mana informasi bisa didapat dengan mudah dan ia pernah mendapat informasi tentang lagu itu.

Labels: , , , , , , , , ,

Tuesday, December 14, 2010

Mother and Child of the Faced Door

Ada sebuah pintu.

Pintu itu memiliki wajah manusia. Wajah itu bukan wajah tempelan, tetapi seperti bagian dari pintu itu, seperti ia memang tumbuh dari pintu itu. Wajah yang tampak seperti sudah setua waktu, matanya menutup. Ekspresinya tenang tapi hampa tanpa kehidupan.

Wajah itu membuka mulutnya, menelanku ke dalamnya. Aku dibawa ke dalam kekosongan putih tanpa batas.

Di sana, aku adalah seorang anak. Aku membawa pensil dan kertas, berlari menuju seorang perempuan yang berdiri di kejauhan. Perempuan itu membawa sebuah buku, di dekatnya juga ada buku tergeletak. Asap terbang lembut dari buku itu, seakan buku itu tadinya terbakar dan apinya baru saja padam.
 
Dengan riang aku memamerkan kertasku padanya. Kertas itu penuh dengan merah dan hitam. Aku melihat gambar sebuah wajah sosok yang sedang berteriak memenuhi kertas itu. Wajah itu tampak marah, sedih, ketakutan dan kesakitan sekaligus.

Perempuan itu tersenyum, ia memuji gambarku dan mengulurkan kedua tangannya, menyambutku dalam pelukannya.

Warna merah segar menetes dari kertas yang kubawa. Darah.

Labels: , , ,

Wednesday, December 08, 2010

A Nightmare on Cikutra Street

A Nightmare on Cikutra Street

Saya yakin mimpi ini gara-gara saya nonton A Nightmare on Elm Street.

Jadi ceritanya, terjadi penculikan di sebuah kota. Yang diculik adalah murid-murid dari sebuah sekolah. Mereka ditempatkan di sebuah gedung terbengkalai di kota mati dan mereka harus menjalani survival game buatan sang penculik.

Inti gamenya sederhana, apapun yang terjadi mereka harus bisa mencapai atap gedung tersebut dalam keadaan hidup. Tetapi gedung itu sangat luas, rumit dan telah dipasangi banyak jebakan mematikan.

Jadi anak-anak usia sekolah berkutat dengan jebakan-jebakan, menjelajah gedung tua yang gelap dan kotor. Belum lagi gedung itu sudah rapuh dengan banyak bagian yang sudah hancur. Banyak yang mati terkena jebakan atau karena kurang hati-hati sehingga yang bertahan bisa melihat noda darah di mana-mana, mayat-mayat dalam berbagai kondisi di berbagai tempat..

Setelah banyak korban berjatuhan, akhirnya beberapa murid tertua berhasil mendapatkan jalan ke atap gedung. Sebagian dari mereka turun kembali melalui rute yang aman untuk membantu siapapun yang bisa mereka temukan agar bisa mencapai atap gedung karena sang penculik pun berkeliaran dan membantai siapapun yang dia bisa temukan.

Di atap gedung mereka menemukan alat komunikasi. Mereka segera mencoba menghubungi polisi agar mereka bisa segera diselamatkan.

Salah satu dari mereka berhasil menemukan informasi tentang si penculik. Rupanya si penculik adalah alumni sekolah itu, yang ingin membalas dendam pada sekolah itu karena dirinya menjadi korban bullying. Dia menculik seluruh murid sekolah itu karena dia tahu benar di sekolah itu kasus bullying sudah menjadi tradisi yang sulit dihilangkan, maka itu ia ingin mereka semua merasakan seperti apa rasanya menjadi korban bullying.



Tapi sampai akhir, sampai murid-murid yang tersisa berhasil diselamatkan, sang penculik tidak bisa ditemukan sama sekali..

Labels: , ,

Wednesday, December 01, 2010

ZOMBIES!!!

Saya mimpi Jakarta diinvasi zombie.

Jadi saya dan rekan saya disuruh pergi ke sana untuk mengambil vaksin anti-zombie terbaru yang diciptakan ilmuwan yang terjebak di sana. Rekan saya menembaki zombie-zombie sementara saya menentukan rute teraman yang ditempuh dengan kemampuan saya mendeteksi keberadaan zombie.

(eh, sejak kapan saya punya kemampuan seperti itu)

Rupanya gedung tempat sang ilmuwan berada masih sangat aman, tidak ada zombie satupun di dalam sana. Kami berhasil menemui sang ilmuwan dan mendapatkan vaksin anti-zombie paling mutakhir. Vaksin tersebut mencegah kita ikut berubah menjadi zombie bila terjadi kontak dengan mereka, paling ampuh ketimbang vaksin-vaksin sebelumnya yang hanya mengurangi kemungkinan zombifikasi.

Jadilah kami pergi kembali untuk mengirim vaksin itu ke wilayah yang belum terzombifikasi. Ilmuwan tersebut menolak untuk ikut, katanya "Biarkan saya di sini, saya bisa bertahan." Mungkin dia masih mencari cara untuk membasmi zombie-zombie ini atau apalah.

Jadi kami pergi, menghadapi zombie encounter setiap 100 meter. Untungnya, zombie-zombie ini gerakan dan refleksnya lambat banget. Kami kadang bisa lari di antara zombie-zombie dan mereka baru sadar ada manusia hidup setelah kami sudah berada di jarak aman.

Dan tampaknya rekan saya pelurunya tak terbatas..

Setelah berkeliling-keliling, kami menemukan tempat-tempat tertentu yang relatif aman dari para zombie. Kami memasuki sebuah gedung pertokoan mewah dari pintu belakang dan hanya menemui satu ekor zombie (SPG, masih segar, mungkin dia baru jadi zombie setelah berhasil menemukan tempat berlindung karena vaksinnya belum sempurna) yang kami lalui begitu saja.

Di sana kami bertemu manusia hidup, seorang ibu dan anak perempuannya. Mereka sempat mendapat vaksin versi awal dan kami memberi tahu mereka bahwa kami sudah mendapatkan vaksin terbaru yang paling ampuh.

Setelah kami ngobrol agak lama, si zombie SPG baru mulai mengejar kami (yah, selambat itu reaksi mereka, makanya sebelumnya kami cuekin =P). Rekan saya langsung menembaknya mati, tetapi si ibu dan anak keburu panik dan lari ke atas melalui tangga darurat.

Saya dan rekan saya terpaksa mengejarnya. KAmi menaiki tangga dan mendapatkan diri kami di dalam RUANGAN TEATER PENUH DENGAN ZOMBIE.

Si ibu dan anak malah berhasil melarikan diri ke lantai atas, memanfaatkan reaksi para zombie yang lambat. Tapi yah, begitu si zombie mulai bereaksi, justru kami baru masuk..

..Lalu saya terbangun. O_O



Nanti nonton The Walking Dead lagi ah sebelum tidur~ ^^

Labels: , , , , ,

Thursday, November 25, 2010

Pattern Based Religion Spa

Entah kenapa mimpi kali ini masih nyambung konteksnya sama mimpi saya yang sebelumnya. Lagi musim mimpi bersambung kali ya?

Jadi saya mendapat informasi tentang orang yang melihat fenomena-fenomena yang terjadi di dunia lain. Saya mendapatkan alamatnya dan ketika saya pergi ke alamat yang dimaksud, saya menemukan sebuah.. Spa.

Spa sungguhan (bukan kedok bisnis gunyu-gunyu) lengkap dengan segala fasilitas pijat, terapi, meditasi dan lain sebagainya. Tetapi yang membuat tempat ini spesial adalah adanya terapi yang didasarkan pada kepercayaan religius yang.. Kira-kira dasarnya adalah membaca dan mengerti aliran kosmik alam semesta.

Terapi ini ditangani sendiri oleh pemilik spa, yang juga orang yang saya cari-cari. Dia bilang terapi ini bisa dilakukan orang dari agama manapun dan dia tidak akan memaksa orang untuk mempercayai agamanya. Tetapi apabila ada orang yang mau mempelajari kepercayaan itu, ia akan dengan senang hati mengajarkannya.

Kira-kira isi kepercayaannya adalah dunia itu tidak cuma satu, dan setiap dunia dan isinya sebenarnya disatukan oleh siklus aliran kosmik. Mereka percaya bahwa harusnya tidak ada batas antar dunia sehingga kita bisa saja memiliki kehidupan lain di dunia lain.

Kira-kira seperti punya agama yang menganjurkan kita untuk punya persona lain di internet atau sejenisnya lah..

Lalu setelah saya nanya-nanya, saya malah disuruh jadi penerus dia karena sebentar lagi dia akan pergi ke dunia lain (entah karena meninggal atau ascension). Padahal saya cuma nanya-nanya, ga bilang mau jadi pengikut atau apa.. O_O

Labels: , , ,

Tuesday, November 23, 2010

Pixelated Beach, OC and Pattern Flow

Tiga mimpi sekaligus ya.. Belakangan saya lupa terus nyatet mimpi. Lagian pendek-pendek ini..

Mimpi pertama saya seperti sedang menaiki ombak di sebuah pantai yang luas. Tidak ada orang di pantai itu, cuma ada pondok kecil. Ombak yang saya naiki tampak akan menerjang pondok tersebut.

Lucunya, semua pemandangan itu tampak seperti grafik game jaman PS1. Sangat pixelated malah.



Lalu saya bermimpi sedang bersiap-siap berangkat ke sekolah. Tetapi waktu saya melihat ke cermin, wujud saya adalah anak SMU laki-laki yang tampak familiar.

Waktu saya ingat-ingat lagi, seperti melihat karakter komik buatan saya versi hidup dan saya berada di dalam tubuhnya. Saya juga melihat temannya, yang juga karakter buatan saya.

Ini pertanda saya harus mulai berkarya lagi ya? OTL



Mimpi yang ketiga rumit. Saya yakin mimpi ini hanya bisa dimengerti bila dilihat langsung, saya mengaku kesulitan dan enggan untuk menceritakan mimpi ini. Tapi saya merasa harus mencatatnya.

Jadi intinya tentang orang-orang yang bisa melihat fenomena-fenomena yang terjadi di dunia lain. Saya melihat fenomena-fenomena tersebut sebagai aliran yang tersambung satu sama lain, membuat rangkaian, membentuk siklus dan paralel sekaligus termasuk dengan dunia tempat orang-orang yang bisa melihat aliran itu berada. Dan orang-orang tersebut pun sebenarnya saling terhubung melalui aliran tersebut.

Saya melihat aliran-aliran ini berputar lagi, melihatnya dari berbagai sudut pandang yang dilihat dari sudut pandang lainnya yang berulang-berulang sampai saya terbangun waktu semuanya menjadi terlalu rumit buat saya. >_<

Saya minta maaf bila pembaca bingung. Sulit menceritakan mimpi yang ini dengan baik dan benar.

Labels: , , , , , ,

Blog ini tempat saya mengabadikan cerita-cerita mimpi saya yang kadang aneh, kira-kira semacam diary mimpi begitulah.. Siapa tahu memang ada artinya (tapi jangan lupa, arti mimpi setiap orang bisa berbeda), bisa jadi inspirasi (asal tidak menjiplak mentah-mentah), atau paling tidak untuk penghibur di kala bosan..

My Photo
Name:
Location: Bandung, Indonesia

Saya hanya seorang pemimpi.. Alias tukang tidur. Jam tidurnya pun ga pernah bener.. Kalo ga lagi tidur pasti kerjaannya kalo nggak ngegosip, ngutuk-ngutuk orang, ato nyorat nyoret pake cat aer macem anak teka..

Yami's Other Sites

Previous Posts

Archive

February 2009
April 2009
May 2009
June 2009
July 2009
August 2009
September 2009
October 2009
November 2009
December 2009
January 2010
February 2010
March 2010
April 2010
May 2010
June 2010
July 2010
August 2010
September 2010
October 2010
November 2010
December 2010
January 2011

Yami's Friends

Powered by Blogger, Photobucket and DeviantArt.

Art & Layout by Yamineco.