April 05, 2009
Djarum Black Blog: 2 Blog Lagi Genap 400 Registered Blog
March 30, 2009
Andalan Terakhir untuk Djarum Black Blog Competition
Jika mau menulis artikel dengan tema fokus kepada keywords yang digunakan tentu akan mudah sekali. Karena pasti ada banyak sekali sumbernya. Tinggal googling kita bisa dapatkan. Tetapi akhirnya artikel akan lebih menyerupai berita atau saduran bebas yang dijejali pendapat pribadi. Artikel seperti ini akan sangat bisa dirasakan oleh pembacanya. Meskipun begitu, artikel yang bersifat berita akan "terkesan" berbobot dibandingkan dengan artikel tentang pengalaman pribadi. Karena bisa menampilkan data-data statistik yang lengkap dan bisa dipertanggungjawabkan. Contohnya adalah tema tentang sejarah Djarum, produk-produknya, kegiatan-kegiatan yang disponsori Djarum dan yang seputar itulah.
Seorang blacker yang terlibat dalam kegiatan yang disponsori Djarum Black, menulis pengalaman pribadi pasti akan lebih sulit baginya. Tanpa kebiasaan menulis dan dikritik, artikel akan tidak memiliki arah (=ngglundung semprong), tidak ada pesan, dan kalimatnya patah-patah (bukan goyang patah-patah lho). Walau begitu tetap lebih berpeluang, karena ide-idenya sudah pasti segudang.
Untungnya aku perokok (baru kali ini aku merasa untung jadi perokok), dengan merokok Djarum Black Slimz dan Djarum Black yang bercita rasa, sudah memberikan sumbangan ide tulisan. Sekarang aku membayangkan blacker yang bukan perokok dan tidak mengenal banyak kegiatan yang disponsori Djarum Black. Jika di dalam artikel orang ini mengelu-elukan Djarum Black, rasanya kok piye gitu ya? Tidak sekata dengan hati. Seperti orang yang memanggil Anda dengan panggilan "Bos" setelah Anda berjanji akan memberinya rokok. Mari kita lihat kembali tentang syarat dan ketentuan kompetisi di autoblackthrough.com, yang aku tulis berikut mungkin telah sempat menjadi pemikiran blacker yang berubah-ubah haluan:
OVERVIEW: "Tulisan memuat pengalaman sehari-hari dan pandangan individu terhadap suatu hal." ehm... mudah dong. "Suatu hal", sempat bingung juga kan? Jangan-jangan "suatu hal" terbatas pada keywords yang diwajibkan. Makanya ada blacker yang melulu menulis tentang keywords. Bahkan semua dari 13 keywords ada di dalam satu biji artikelnya. Atau sering-sering mengulang kata "pendapatku" sehingga kata ini selalu muncul di 20 artikel.
LATAR BELAKANG: "Untuk menemukan generasi baru yang lebih expressive, speak up their opinion, care to their surroundings, and creative." Creative, jika digabung dengan keywords, akan membuat blacker menuliskan ide-ide kreatifitasnya yang mungkin (=siapa tahu) bisa dipertimbangkan oleh Djarum Black. Blacker ini menangkap pengertian bahwa Djarum Black sedang mencari hal baru untuk BLACK.
Kemudian "care to their surroundings". Surrounding me is Lumpur Porong, bagaimana ceritanya aku bisa mempertemukan Lumpur Porong dengan keywords?
SYARAT DAN KETENTUAN: "Menggunakan bahasa yang menarik dengan gaya bahasa apapun selama sopan." Bagaimana Anda menangkap maksud dari "Bahasa yang menarik" ? Apakah bahasa gaul? Karena memang akupun kadang memaksakan untuk sok gaul dalam artikelku. Padahal usia sudah larut. Kadang bingung mau pakai yang mana antara "Aku", "Saya" atau "Gue".
Udah ya, ikutan nulis aja. Yang menjadi andalan terakhir adalah do'a.
March 29, 2009
Kata Wanita tentang Merokok
Swear, sebenarnya aku sangat meginginkan berhenti merokok. Tetapi bagaimana aku meninggalkan sesuatu yang sudah kujadikan pembuka hari? Setiap malam menjelang tidur, aku harus memastikan bahwa setidaknya ada sebatang untuk pembuka hari esok. Kedengaran gilakah? Istriku bilang, "Ada yang tidak beres jika suamiku berhenti merokok!" (diPHK misalnya?)
Perokok atau bukan adalah yang paling menentukan pendapat orang itu tentang merokok. Ini artinya pendapat tentang merokok adalah subyektif. Berbeda dengan pendapat tentang tindak korupsi. Koruptor atau bukan akan dengan tegas menyerukan hal yang sama tentang tindak korupsi. Persis! Inilah uniknya rokok.
Aku telah mencoba melakukan semacam reportase (gaya rèk) pendapat kepada beberapa wanita yang suaminya tidak merokok. Pandangan dan komentar mereka ternyata menarik juga untuk diposting.
Kepada mereka aku selalu membuka dialog dengan pertanyaan, "Apa pendapatmu dengan BLACK?" Semula aku berpikir mereka akan balik menanyakan, "Black apaan?" Eh, ternyata tidak. Tanpa kesepakatan, dari total yang hanya tiga wanita, semuanya memberikan respon awal yang sama, "Maksudnya Djarum Black ? Yang di iklan-iklan itu?" (Bravo BLACK!).
Hanya tiga wanita yang bisa aku dengar komentarnya, karena yang lain suaminya pada perokok. Wanita pertama bernama Yusi, semula memang mengatakan iklannya bagus, tetapi setelah aku minta komentarnya tentang merokok, ampun, seperti aktifis sedang orasi. Dengan berapi-api dia paparkan dengan derasnya tanpa jeda tentang sisi buruk merokok. Untuk ambil nafasnya sendiri saja seperti disempet-sempetin. Anda tentu bisa menerka dengan tepat apa yang telah disampaikan Yusi kepadaku. Maka tidaklah ada perlunya aku menuliskanya di dalam posting ini.
Wanita kedua bernama Sonya. Tentang merokok, masih serupa dengan komentar Yusi, tetapi disampaikannya dengan datar, sepotong-sepotong, cuek dan ceplas-ceplos. Ketika aku tanyakan apakah suaminya merokok, dia bilang ya dan tidak. Ya bilamana sedang berada di antara teman-teman yang perokok. Tuh, benar kalau ada yang bilang bahwa rokok adalah negosiator terbaik. Ketika dia tanya rokokku dan aku menjawabnya Djarum Black Slimz, bukan "Slimz" yang terkesan melainkan "Black". "Kok Black sih, emang rokoknya berwarna item? Ada gak sih rokoknya Black yang gak keluar asapnya?" Begitulah gayanya yang ceplas-ceplos mengakhiri pembicaraan.
Terakhir adalah Rita. Yang disampaikan istri Pak RT ini beda sekali. Dia bisa memilah mana orang yang gak tahu diri merokok tidak pada tempatnya, dan mana perokok yang baik (kosa kata baru nih, "perokok yang baik"). Sedangkan yang aku maksud beda adalah demikian, "Eh, Djarum Black ada yang rasa kopi, ya? Yang diproduksi Djarum apaan aja sih? Emang ada permen juga?" Dia juga mengakui bahwa di kalangan teman-temannya (wanita) sebagian juga perokok, yang kemudian pengakuannya ini ditutup dengan, "Kalo aku enggak lah ya, masa Bu RT ngerokok?"
Disimpulin sendiri, ya?
Janji Calon Ketua RT
Berita Musibah Situ Gintung Untuk Tanggul Porong

Pemukiman kampung ini juga total sudah terkubur.
Gundukan tanah itu saat ini sudah setinggi kira-kira 10m.
March 28, 2009
Jagalah Tradisi
Meskipun hanya sebuah kata "nuwun" sebagai salam penutup di badan pesan.Nuwun
March 26, 2009
Antara Presiden, Legislatif dan Ketua RT
Seruan (mirip perintah) CaLeg di bannernya antara lain seperti ini:
- Tegakkan Kebenaran
- Berantas Korupsi
- Lindungi Petani
- Teruskan Pembangunan
- Berjuang untuk Rakyat
Dan masih banyak lagi, tetapi lebih berupa seruan ketimbang janji.Sayangnya tidak ada ikatan bagi mereka dengan janjinya. Karena janji-janji ini tidak bermaterai apalagi bernotaris. Semoga pemilik janji percaya dengan adanya dosa.Ketika sudah terpilih dan memasuki masa jabatan, banyak orang menuntut (walau sebatas obrolan di warung) bahwa presiden tidak menepati janjinya. Wajar dong menuntut, karena dulunya kan presiden terpilih memang mintak dipilih. Demikian pula Leg : "Contreng Aku!".Jawaban dari presiden dan legislatif menanggapi keluhan urusan janji mereka akan selalu ada dan argumentatif. Tetapi pasti tidak seperti tanggapan Ketua RT menanggapi keluhan warganya yang pasti tegas dan seketika:
"Siapa suruh lo pilih gue!"
SMS Saja, Tidak Usah Report-report Bawa Kado
Ikon di atas tuh, bila ditaruh di halaman muka undangan pernikahan, yaqin dech 100% yang diundang paham maksud Anda. Bisa saja mereka sempat tanya, "Black, Apa maksudnya?" Tapi gak bakalan dech ada yang bawa kado berisikan Djarum Black Slimz. Meskipun mereka tahu akhir-akhir ini Anda penggemar Djarum Black.Think Black
Think Power.
Walang Kekek di Internet
Perihal lain, Entah karena meningkatnya kebutuhan akan informasi, atau lebih karena murahnya biaya sambungan internet, sekarang ini di beberapa sekolah tingkat pertama sudah memberikan tugas kepada muridnya yang harus dicari di internet. Di dalam lembar tugas harus dicantumkan nama website yang menjadi sumber informasi yang didapat. Hanya sebagian kecil saja dari murid-murid ini yang mengerjakannya di rumah. Sebagian besar menggunakan jasa warnet. Yang berkelanjutan si anak sedikitnya seminggu sekali minta ijin ortu ke warnet karena ada tugas. Dan demikianlah sebulan terakhir ini anak Kang Samad sedikitnya 2 kali dalam seminggu minta ijin ke warnet karena "tugas sekolah".
Artikel ini semoga bisa membantu memberikan sikap kepada siapapun Anda, bagaimana yang terbaik untuk anak, adik, keponakan atau Anda sendiri. Yakni antara kebutuhan, manfaat, hiburan dan risiko internet. Aku tidak memiliki latar belakang yang mendukung untuk berpendapat terlebih bernasihat. Tetapi sebagai pengajar les private komputer, aku ada sedikit pengalaman yang silahkan dipetik sendiri.
Saat ini aku memiliki 3 murid private, pertama bernama Lenny siswi SMP favorit di Surabaya - anak tunggal dari pasangan yang berkelebihan dalam materi. Yang kedua dipanggil Siti, siswi SMU swasta di Sidoarjo - anak pengusaha peternakan yang juga berlimpah penghasilan. Tetapi kedua anak ini memiliki orang tua yang bertolak dalam hal kepercayaan kepada anak dalam urusan internet. Dan terakhir adalah seorang kepala sekolah SMU yang sudah hampir pensiun.
Sore itu adalah jadwalku ngelesin Pak Yayan, yang kepala sekolah itu. Pak Yayan memiliki tiga anak lelaki, yang sulung dan yang kedua sudah hidup sendiri di perantauan, yang masih tinggal di rumah adalah anak bungsunya yang saat ini masih kelas 5 sekolah dasar. Karena di SMU yang dikepalainya sudah hampir seminggu nyambung speedy, Pak Yayan minta diajari internet dan email. Menurut pengakuannya, bapak ini tidak pernah tahu yang namanya internet. Meskipun sudah memiliki email address, Pak Yayan selalu minta tolong seseorang di sekolah untuk periksa mail boxnya, kalik ada email masuk. Demikian pula kalau ingin compose email. Tidak ada yang bisa dilakukannya sendiri.
PC Pak Yayan di rumah yang masih Pentium 3 itu sudah ada modemnya. Tetapi jika mau internetan, mesti ngeler kabel sepanjang 4 meter untuk nyambungin dari pc ke roset terdekat. Ketika aku tanya siapa yang biasa pakai internet, menurutnya tidak ada. Tetapi aku melihat di desktop sudah ada shortcut telkomnet. Masa bodolah, dia bilang internet gak pernah ada yang pakai, apa peduliku?.
Setelah berhasil dial up, mulailah aku menjelaskan apa itu browser beserta macamnya, search engine dan lain-lain yang menurutku perlu bapak ini tahu. Ketika aku bermaksud memberikan contoh mengetikkan keyword "SMU" di google, ups! gile! autocompletenya memberikan list mulai dari sex... bla.. bla.. bla.. Juga nama-nama bintang nudis. Belum sempat aku berusaha menghilangkan histori ini, jendela baru terus bermunculan menampilkan "walang kekek" dan variannya. Jejak siapakah ini? Jelas saja aku hanya berpikir tentang anak Pak Yayan yang baru kelas 5 SD itu.
Berikutnya: Namanya Lenny, sedang dalam tugas sekolah untuk membuat animasi menggunakan flash dan harus dipasang di halaman web. Tuh, SMP sekarang sudah dapet tugas beginian. Aku dipertemukan dengannya oleh sebuah Lembaga Bimbingan Belajar yang memang sebelumnya pernah aku mendaftarkan diri sebagai tenaga pengajar private ke seluruh Bimbingan Belajar yang ada.
Aku menilai orang tua Lenny "sangat percaya" kepada anaknya. Terbukti anak ini telah mengetahui banyak konten internet. Selain menggunakan pc, akses internet via perangkat mobile juga biasa dilakukannya. Meskipun daftar bookmarknya sudah panjang sekali, tetapi memang anak ini bisa dipercaya. Intrenet sudah menjadi kebutuhan keluarganya. Sehingga anak menyadari bahwa dirinya belum cukup mampu untuk mengelabuhi ortu. Yang jelas, Lenny saat ini adalah siswi peringkat yang menjadi andalan sekolahnya.
Terakhir: Siti. Kepadaku Abahnya bercerita banyak tentang batasan yang diberlakukannya terhadap anak bungsunya, Siti. Mulai larangan mengikuti kegiatan karang taruna sampai larangan belajar bersama. Seluruh kegiatan yang mengharuskan ke luar rumah harus didampingi oleh umiknya.
Umik ini ternyata memiliki banyak sekali berita buruk yang bermula dari internet dan HP. Berita yang diperolehnya dari beberapa halaman surat kabar yang sengaja dikumpulkannya. Tetapi Umik belum sekalipun tahu yang namanya internet.
Sayangnya aku tidak tahu apa yang telah dilakukan Siti sehingga orang tua memperlakukannya demikian. Tetapi apabila perlakuan orang tua Siti ini hanya sebuah tindakan preventif, maka sungguh kasihan Siti. Sampai-sampai untuk memiliki HP saja Siti tidak diijinkan.
Cerita ini yang aku sampaikan kepada Kang Samad sebagai jawaban atas pertanyaannya kepadaku: "Bagaimana sebaiknya sikapku kepada anakku?"
Yang sekarang bikin aku bingung, bagaimana caranya "menyelinapkan" keyword Djarum Black atau Djarum Black Slimz ke dalam artikel ini?