aku rindu pada hijau yang bernyanyi bersama angin
bahasa kesejukan yang telah lama ada
tapi tak dihiraukan
ada isyarat yang disampaikan
manusia kota adalah tanah yang menjadi kotak di antara semen dan pasir
ruang dingin adalah bagian mencari nafkah
meja dan kertas sahabat terdekat
kejahatan fikiran tersalut senyum penuh dusta
jiwa mengerdil pada angka-angka
kataku:
bagikanlah, kawan!
entah kepada nenek tua
entah kepada si cacad
entah kepada si malang
entah kepada bocah sebatang kara
kelas terendah dalam kasta manusia
tangan yang terulur adalah busana kerja
kalian takkan menjadi miskin karenanya
cobalah lakukan tanpa mengharap!
ketika terjadi
itu adalah penjaga jiwa
dari keangkuhan
dari kebodohan
dari bencana
dari kehancuran
nikmatilah hidup menjadi air yang mengalir
bukan laut mati yang sepi
ketika kau tertawa,
itu adalah pembawa semangat
ketika kau murung,
ada begitu banyak dukungan
ketika kau mengais,
ada kesempatan tak terduga
cintamu akan berlanjut pada cerita orang
meski kau tak lagi ada di sini
jiwamu ringan berbekal ke-ikhlas-an
harta tak menjadi beban ketika sakaratul maut!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar