Pages

December 28, 2011

Cardboard Kitchen Set

Sebenarnya sudah cukup lama kami berencana membuat kompor & cucian piring dari kardus bekas sebagai weekend project. Aidan yang sudah dijanjikan berulang-ulang menanyakan kapan si kompor akan dibuat, tapi tertunda terus, sampai akhirnya kejadian juga, walaupun akhirnya sebagai holiday project saja. :p

Aidan senang main masak-masakan. Tiap mampir ke ELC, dia akan anteng bermain dengan kitchen set mainan yang ada disana, bahkan kakak Aira juga masih suka ikutan main. Sekali waktu, dekor di TKAI berupa dapur-dapuran yang dibuat dari kardus bekas dan styrofoam. Akhirnya saya memutuskan untuk membuat yang serupa, bukan bentuknya, tapi kitchen set dari kardus bekas maksudnya. Apalagi setelah berhasil membuat mesin cuci dari kardus, saya pede akan berhasil juga membuat kitchen set. Maka saya mulai browsing, ketemu kitchen set semacam ini, oke saya gak sejagoan & se-crafty itu, jadi walaupun memang kece sekali, akhirnya saya lupakan saja kitchen set yang itu. Kemudian ketemu lagi yang ini, mendekati yang ada bayangan saya, tapi sepertinya harus memakai kardus bekas lemari es untuk membuatnya & prosesnya lumayan rumit. Lalu saya ketemu yang ini, yang paling mendekati bayangan saya, walau kemudian saya sederhanakan lagi bentuknya. :)

Ini yang diperlukan:
- 2 kardus bekas (saya pakai 2 kardus bekas water heater)
- 1 baskom plastik, sesuai ukuran kardus
- 1 keran plastik
- cat akrilik warna-warni dan kuas
- cutter, lakban, dan lem yang kuat


Kami membuat kitchen set kardus ini dalam 2 hari. Hari pertama Aira dan Aidan, dibantu Gaia - tetangga kami, mencat kedua kardus dengan cat akrilik. Oh ya, sebelum di cat penutup di sisi bawah saya potong, karena potongannya akan dipakai juga nanti, sementara penutup bagian atas ditutup dengan lakban. Setelah dicat kardus dijemur sampai cat kering.




Hari kedua proses pembuatan di mulai dengan tugas saya, membuat lubang berbentuk lingkaran di bagian atas salah satu kardus seukuran baskom. Lalu memotong semacam pintu untuk bukaan oven di kardus yang lainnya. Juga membuat lingkaran-lingkaran dari potongan bagian bawah kardus yang kemarin sudah dipotong, untuk jadi kompornya. Dan beberapa detil lain yang perlu acara potong-potong plus tempel-tempel dengan lem yang kuat. Termasuk bagian untuk dipasangkan keran plastik dan meja kecil di sisi kompor, juga tombol-tombol di kompor. Semuanya memanfaatkan sisa-sisa potongan kardus dan beberapa tutup botol untuk tombol. Kakak Aira sudah bisa membantu menempel-nempel, tapi urusan dengan cutter masih saya yang mengerjakan sendiri.

Lalu Aira dan Aidan melakukan finishing, seperti mencat bagian atas dan menggambar pintu lemari dan pintu oven. Mereka juga, dengan ide mereka sendiri, mengubah botol plastik dan tabung bekas coklat sebagai bumbu dapur dan perlengkapan cuci piring. Setelah kitchen set kami sudah selesai, mereka sibuk main masak-masakan berdua. Lihat saja, kece kan kitchen set buatan kami? :D




December 26, 2011

Guide books to traveling with your kids



Siapa yang senang traveling? Saya! Siapa yang senang traveling bersama anak-anak? Saya! Iya, saya termasuk orang yang tidak setuju dengan pendapat kalau punya anak kecil berarti tidak bisa jalan-jalan lagi. "Enak ya anaknya sudah besar-besar, ayah-bunda nya jadi bisa jalan-jalan lagi." Pernah dengar komentar semacam ini? Saya tidak setuju, anak-nya masih kecil pun kita bisa jalan-jalan kok, syaratnya ya si anak dibawa. :)

Sepertinya Donna Widjajanto & Rully Larasati juga punya pemikiran yang sama seperti saya. Coba baca deh, buku mereka, Traveling with Kids, isinya lengkap banget untuk membantu kita bisa jalan-jalan seru dan menyenangkan bersama anak-anak. Mereka menyatakan bahwa sebenarnya anak usia SD (6-12 tahun) adalah usia yang paling 'enak' untuk mengajak anak jalan-jalan. Di usia ini anak sudah cukup mandiri, tapi juga masih cukup patuh.

Memang harus diakui, jalan-jalan bersama anak pasti dobel repotnya. Karena kita juga yang harus menyiapkan segala keperluan anak. Mulai dari surat-surat dan dokumen apabila hendak ke luar negri, sampai akomodasi dan itinerary kegiatan dan tempat tujuan selama bepergian. Hal-hal seperti in yang terkadang membuat acara jalan-jalan yang seharusnya menyenangkan malah menjadi 'neraka' bagi orangtua maupun si anak.

Nah, dalam buku Traveling with Kids, Donna & Rully menjabarkan berbagai hal yang perlu disiapkan, mulai dari  persiapan sebelum berangkat seperti menetapkan tempat tujuan, menyiapkan penginapan dan kendaraan, mempersiapkan kesehatan anak, panduan lengkap menyiapkan dokumen untuk ke luar negeri, dan isi koper & ransel anak.

Yang serunya lagi, di buku ini juga terdapat berbagai ide tempat tujuan dan berbagai hal yang bisa dilakukan disana plus tips-tips untuk sepanjang perjalanan. Selain itu juga dilengkapi dengan berbagai masalah yang mungkin timbul selama perjalanan dan bagaimana mengatasinya. Sudah? Belum! Masih ada lagi kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan setelah pulang kembali ke rumah, seperti bagaimana mengatasi jetlag dan menyusun foto-foto selama perjalanan untuk kenang-kenangan.

Untuk ibu-ibu dengan anak usia balita, jangan khawatir, ada juga buku Traveling with Tots yang ditulis Donna Widjajanto (http://ajarfullofhoney.blogspot.com/), membuktikan bahwa jalan-jalan bersama anak balita bukan lah sesuatu yang mustahil. Mbak Donna sendiri yang anaknya masih usia balita, sering jalan-jalan mengajak si anak, jadi tentunya isi buku ini sudah terbukti ya. ;)

Pastinya ada banyak 'catatan' ketika membawa anak yang masih balita, banyak yang harus disesuaikan.  Dalam buku ini ada banyak contekannya, seperti menyusun itinerary yang tots friendly, kemana pun tujuannya, memilih penginapan dan penerbangan yang sesuai, keperluan-keperluan si kecil, kesehatan anak dan orangtua, back up plan jika si kecil ngambek, dan bagaimana memaksimalkan perjalanan sehingga menyenangkan dan juga membuat anak terasah kecerdasan sosialnya.

Saya termasuk orang yang senang browsing dan membaca tentang tempat yang akan saya tuju. Saya tidak senang clueless ketika dalam perjalanan. Biasanya saya akan membuat daftar tempat yang bisa dituju, jam buka, dan harga tiket masuk jika ada, pilihan transportasi selama di tempat tujuan, dan makan yang mudah untuk anak-anak. Menyusun itinerary penting buat saya, terutama ketika tempat seperjalanan kita adalah anak-anak. Nah, ketika menemukan kedua buku ini pastinya saya senang sekali, buku ini menjadi semacam pegangan saya dalam memyiapkan perjalanan liburan bersama anak-anak. Sarat informasi, bahkan untuk hal-hal kecil yang mungkin akan luput dari perhatian kita. Di buku Traveling with Tots malah dilengkapi dengan bonus lirik-lirik lagu anak-anak dan resep praktis untuk bekal dalan perjalanan. Bahasa dalam buku ini juga ringan dan familiar. Punya saya sudah mulai lecek sekarang, keseringan di bulak-balik, daaaan... sudah ditempeli post it di berbagai tempat. Hehehe..

December 16, 2011

Dexter is a chair

I started to think that the Dexter & Deb Morgan characters in the TV series was based on the Dexter & Dee Dee in Dexter's Lab. Wavy kinda red hair & lab coat for both Dexter? Thin long legs & somewhat annoyingly talkative personality for Dee Dee & Deb? And the D initials for both brother & sister? And now both Dexters were being referred as a chair by their sisters. See? x)







December 11, 2011

A Day of Great Books

Last Thursday was a day of great books for me, for that day I stumbled across some great children books. I went to Periplus that day, looking for a birthday present for Aidan's friend. They happened to have piles of children books on sale. I never could resist piles of children books, especially when they're on sale. And there they are, 2 books that instantly caught my eyes. One was called My Heart Is Like a Zoo by Michael Hall (for only Rp. 35.000,-) and the other called It's a Book by Lane Smith (for only Rp. 45.000,-).


I really like My Heart Is Like a Zoo for it's bright colors, simple illustration, & simple words. The book tells us about what our heart feels, illustrated by various animal at the zoo. Kids sure could learn a lot of new vocabularies while reading it.

The other one, It's a Book, instantly became Aidan's favorite. It's about a conversation between a Jackass (whose holding a laptop) and a monkey (whose holding a book). The Jackass didn't know what a book was, because he was so used to doing things with his laptop, including reading e-books. Aidan would laugh uncontrollably every time I read this book to him. This book really captured what I feels about little kids whose being introduced to e-books without knowing what a real books looks like.


After I bought those to books, and another one for Aidan's friend, I went to a book launching event. But first thing first, I had to tell you about Tulisan. I stumbled about this brand Tulisan more than a year ago, at Brightspot market. They design & sell various items, like bags, pouches, wallets, cushion cover, tea towel, to cards & tunics. I fell in love with they graphic prints at first sight. The designer name is Melissa Sunjaya, and her works just simply marvelous (there are also other designer in Tulisan later on). What makes me love her works even more that there's always a story behind each series she created. You could read them at their site http://www.mytulisan.com/.


When I found out that they're going to launch a book in celebration of their 2nd anniversary, I just had to come and get myself a copy. So I went to their oh-so-lovely store, bought myself a copy (collector's edition, one of the premiere edition of 500 copies) of The Butterflies of Victor, and get it signed by Virginie Kasse the author, and of course, Melissa Sunjaya the illustrator. They released the book in 3 edition, France, English, & Indonesian. I bought the English one.

I won't tell you what it's about, I won't spoiled it for you. The only thing I'll tell you is that it was beautifully written & illustrated. The writing & the illustration really compliment each other. I love this book, and so did Aira & Aidan. How I wish they would make a book out of Pepe and The Flying Balloon too. :)


November 30, 2011

Art Display

Waktu berkunjung ke Ikea beberapa bulan yang lalu, saya sempat membeli beberapa benda yang akan saya gunakan bukan untuk fungsinya yang sebenarnya. Misalnya Bygel rail dan Bygel container plastik warna-warni yang saya pasang di dekat cermin di kamar untuk menyimpan asesoris saya, dan saya pasang lagi di dekat meja belajar Aira untuk menyimpan pensil, spidol, dan alat tulis lainnya.

Saya juga membeli Deka curtain wire & clips yang kemudian saya gunakan sebagai art display. Hasil karya Aira & Aidan tentunya. Sudah agak lama saya mencari ide untuk memajang karya-karya mereka. Karya Aira di tempat les gambar memang bisa di bingkai, tapi tentu tidak semuanya, belum lagi hasil karyanya yang lain, yang bukan berupa gambar atau lukisan. Hasil pekerjaan Aidan di sekolah juga banyak, yang sayang kalau hanya menumpuk di dalam kotak. Mulai dari softboard sampai papan akrilik yang dipasang di dinding sempat jadi alternatif cara, tapi kemudian saya melihat Deka curtain wire di katalog Ikea dan kemudian membeli sebuah.

Sekarang karya-karya Aira & Aidan sudah berjejer rapih tergantung di curtain wire macam jemuran. Aira & Aidan senang sekali bisa pamer karya kalau ada yang berkunjung. Terkadang juga ada kartu ucapan buatan Aira ketika saya ulang tahun atau waktu lebaran kemarin. :)

November 20, 2011

It's a (gift) wrap!

Weekend ini kami membuat bungkus kado. Awalnya sih saya hanya bermaksud membiarkan Aira dan Aidan melukis diatas kertas koran bekas. Tapi biasanya hasil karya mereka yang semacam ini hanya akan menumpuk dan berdebu. Lalu saya terpikir untuk menjadikannya bungkus kado saja. Kegiatan ini menjadi multifungsi, anak-anak bisa berkreasi dan disaat yang sama juga melakukan 'daur ulang' sederhana, menjadikan kertas koran bekas sebagai bungkus kado. Kalau sekeder kertas koran yang digunakan untuk membungkus tentunya akan terliha seperti bungkus belanjaan dari pasar, tapi begitu sudah dilukis oleh anak-anak, jadi ada sentuhan personal. :)

Saya memilah kertas koran yang akan digunakan, menghindari kertas yang berisi berita negatif atau obituari. Tentunya kurang cocok kalau di atas kado ada berita yang tidak menyenangkan, walaupun terkadang lolos juga 1-2 obituari kecil dari penglihatan saya ketika sedang memilah. Haha. Kemudian saya membiarkan Aira Aidan melukisi kertas koran mereka masing-masing dengan menggunakan cat air atau cat akrilik. Saya meminta mereka membuat gambar dalam ukuran kecil atau sedang secara berulang atau berpola, agar lebih mirip bungkus kado. Aira dengan cepat membuat gambar-gambar seperti bunga, hati, atau lingkaran-lingkaran. Buatan Aidan lebih abstrak dan tidak ada polanya. Dia semau-maunya membuat lingkaran, coretan, atau bentuk yang katanya adalah mobil. Aidan juga membuat cap tangannya ketika sudah mulai bosan melukis dengan kuas.




Setelah kering, kertas-kertas bungkus kado ini tinggal di gulung dan simpan untuk digunakan kemudian. Kebetulan si kakek Aweng berulang tahun, dan kami pun menggunakan selembar bungkus kado buatan Aira-Aidan untuk membungkus kado yang akan diberikan. :D



Tips:
  • Bisa menggunakan finger paint untuk anak balita. Biarkan anak mencoret-coret dengan tangannya sesuka hati, atau buat motif dengan menggunakan cap tangan anak.
  • Motif bungkus kado bisa juga dibuat bermacam-macam bentuk dengan menggunakan cap yang terbuat dari kentang.


November 17, 2011

Introducing Project Obento Logo

Masih ingat Project Obento giveaway dalam rangka memilih logo? Benda-benda giveaway sampai dengan selamat ke rumahnya mbak Anki loh. Yay! :D

Nah, untuk logonya, setelah dapat beberapa masukan dari teman-teman yang dengan baik hati sudah memberi komen soal logo-logo yang jadi pilihan (minna san, hontou ni arigatou!), maka si logo kembali masuk laptop adik saya untuk diutak-utik sedikit. Khususnya berkat masukan dari mbak Anki dan neng Isyana (another round of thanks for both of you), maka ini dia logo Project Obento yang saya pilih. Lempar confetti rame-rame! x)


design by Andias Rakhman

November 14, 2011

Organizing Art Supply

I love cute & colorful storage stuff that meant to help you organize things in your house. I bought lots of them, you would think I'm a neat person. Wrong. I tend to pile things around the house. In my mind I piled them for later storage, but the truth is, I would let them piled for weeks before I finally did the actual organizing.

I love art supply. I have lots of them. Mine & the kids'. Well, mostly it was mine & Aira's. I bought boxes to keep them too, but somehow they still cluttered around the house. I keep some in my room, some in Aira's room, & some in the living room, so I still need to check around the house if I'm looking for something. So I've been thinking to turn our never-been-properly-use-because-it-was-too-small-for-our-car garage as an art & craft area. Where we can do all our art & craft project, or my (hopefully, soon enough, I'm crossing my fingers) sewing project. And of course, where I can storage our art & craft supply.

It will be a long term project, I know. But me being me, I had started browsing for art supply organizing ideas & I stumbled upon some cool stuff. Check them out! :D






pic 1 taken from http://katherinemaries.com/
pic 2 & 5 taken from http://www.ohdeedoh.com/
pic 3 taken from http://familyfun.go.com/

November 03, 2011

Project Obento Giveaway Winner

Dear friends,

Terima kasih untuk semua yang sudah meng-klik tombol like di fanpage Project Obento, dan terutama terima kasih untuk semua yang sudah meluangkan waktu menuliskan komen & masukan, di fanpage & di blog, untuk pemilihan logo Project Obento. Pastinya sangat membantu saya. Juga untuk teman-teman yang sudah bantu meng-RT tweet saya soal giveaway ini. Much much appreciated! ;*

Jadiiii, tadi nama pemenangnya sudah dipilih secara acak oleh Mister Aidan yang kemudian dibantu membaca namanya oleh Kakak Aira. Ini dia pemenangnya *drum roll*..




Selamat buat Mbak Anki! Semoga bento stuff-nya bisa bermanfaat yaaa... Berhubung saya gak bisa menemukan email Mbak Anki, tolong hubungi saya ya, via email projectobento@gmail.com supaya bisa segera saya kirim. Saya tunggu! :)

Untuk logo Project Obento yang akhirnya saya pakai, akan saya share sebentar lagi, masih sedikit di-revisi. Sekali lagi, terima kasih banyak atas masukannya ya teman-teman. :D

Sincerely,
Puan.

October 27, 2011

Prayer of the day, doa untuk Suarez


Hubby showed me this video & I just can't stop laughing. This video became the highlight of our day, for hubby because of Suarez's amazing goal, for me because of the commentator. All I want to say when I hear the commentator was, "Aamiiiin.. yaoloo.. aamiiin..." Never fail to make me laugh, every single time. "Malik.. malik.. malik..  Ya Suarez!" xD






YNWA. :)

October 25, 2011

Project Obento Giveaway



This would be my very first giveaway. :D

InsyaAllah saya akan memulai bisnis kecil-kecilan. Idenya diawali dari hobi bikin bento untuk anak-anak. Waktu Aidan ulang tahun, saya rencananya mau membuat bento sebagai ganti goody bags, tapi waktu itu saya tidak sempat mengerjakannya. Kemudian terpikirlah untuk mulai menerima pesanan bento, bukan untuk catering harian, tetapi untuk acara ulang tahun dan sebagainya. Mungkin dimulai dengan jumlah yang belum terlalu banyak dulu. Memang saya sadari kalau usaha semacam ini bukanlah yang pertama ada, sudah ada usaha lain diluar sana yang menerima pesanan bento, dan hasil kerjanya pun sudah profesional. Tapi saya pikir bagaimana pun juga bentuk bento pasti berbeda-beda, ada sentuhan personal dari tiap pembuat bento. Saya baru mulai membuat bento 6 bulan yang lalu, jadi tentunya masih dalam proses belajar, terus terang belum ada target, dikerjakan saja apa yang ada di depan mata, yang penting senang dalam proses pengerjaannya.

Jadi, tentunya Project Obento perlu logo. Iya, biar usaha kecil-kecilan (banget) tetep perlu logo, biar kece. Hehehe. Seperti biasa yang kena todong adalah adik saya. Berhubung ini untuk bento, yang berarti berhubungan dengan Jepang, maka kali ini dia mengerjakannya dengan senang hati. Hasilnya adalag 5 sampel logo untuk Project Obento. Saya agak kesulitan menentukan logo mana yang akan saya pakai, karena itu saya butuh masukan. Mereka yang memberi masukan, namanya akan saya pilih secara acak untuk mendapatkan hadiah. :)


Caranya, silahkan like fanpage Project Obento di Facebook, lalu tinggalkan komen di bawah tulisan ini logo mana yang kamu pilih. Logo bisa dilihat diatas, sebut saja logo 1,2,3,4,5 dimulai dari gambar teratas sebagai gambar nomer 1. Jangan lupa sertakan email, atau boleh juga email nomer telepon kamu ke projectobento@gmail.com. Nanti nama-nama yang sudah memberi masukan akan saya pilih secara acak dan yang beruntung akan mendapatkan bingkisan berupa 1 buah lunch box, 2 buah rice molds, dan 1 set food picks untuk membuat bento sendiri di rumah. Yuk mariiiiii.... :D

Speaking of Jim Sturgess



Speaking of Jim Sturgess, he's one of my guilty pleasure guy. Yes, I sometimes spoiled my eyes with some pretty boys, and Jim Sturgess definitely one of them. Have you seen Across The Universe? If you did, you'll understand why. First, I have a soft spot for Brit guys. I spent my teenage life in the 90's, listening to Britpop music, so yeah, guys like Damon Albarn will always caught my eyes. There you go, 2 reasons why I swoon aver Jim Sturgess, he's the typical Brit guy that I like and he can sing. Plus the first time I hear him sing was a bunch of my favorite Beatles songs, then I found out he sings other songs too. I couldn't possibly ask for more.





  pics taken from here: pic1pic2pic3pic4.

October 21, 2011

Project Obento #10, Pilot Project

Kenapa saya lagi semangat sekali post tentang bento? Karena #ProjectObento yang tadinya hanya hash tag saat saya 'pamer' foto bento di twitter, pelan-pelan mulai berubah jadi Project Obento. Oke, mungkin saya akan mulai dari awal. Jadi begini, beberapa waktu yang lalu saya sempat berpikir untuk menjadikan hobi bikin bento sebagai bisnis kecil-kecilan. Saya akan mulai terima pesanan. Pesanan yang saya maksud bukan catering harian untuk bekal anak-anak sekolah, tetapi pesanan untuk acara ulang tahun anak-anak dan semacamnya. Mungkin diawali dengan jumlah yang tidak terlalu banyak dulu.

Saya sudah sempat mengutarakan hal ini ke Pak Teddy dan beberapa teman. Saya bahkan sudah membuat alamat blogspot untuk Project Obento http://projectobento.blogspot.com/ dan fanpage di Facebook, yang tentunya masih kosong. Nah alhamdulillah awal minggu ini Project Obento dapat pesanan perdana. Pilot project ceritanya. 24 bento box ukuran medium untuk ulang tahun anak seorang teman pada hari Jumat. Iya benar, hari Jumat, sementara waktu pesanan diterima adalah hari Senin. Pesanan perdana dan saya hanya punya waktu 4 hari.

Setelah lumayan kalang kabut, plus si mbak yang biasa masak tiba-tiba ijin pulang kampung, akhirnya berhasil juga diselesaikan 24 bento box tadi. Tantangan terbesar adalah membetuk nasi jadi nigiri dan nempelin nori di nasi nigiri dengan pinset, kegiatan yang diikuti dengan ngeletekin nasi kering di jari-jari dan mata terbayang-bayang bulatan-bulatan nori. 

Bento box pilot project saya berisi nigiri caterpillar, chicken karage, cap cay, telur dadar, brokoli, dan jelly. Karena perdana dan saya senang sekali, bento ini banyak bonusnya. Hehehe. Mudah-mudahan pelanggan pertama saya puas. Terima kasih ya mbak, untuk pesanannya. Hontou-ni arigatou gozaimasu. :)



for other bento pics please click here or here.


Project Obento #9

Saya suka sekali dengan dua bento ini. Bento dengan nasi berbentuk harimau kecil untuk Aira dan nasi berbentuk piggy untuk Aidan. Harimau dibuat dari nasi yang dikasih kecap manis. Saya menggunakan cetakan bentuk beruang sebenarnya, hanya saja hiasan nori-nya saya buat menyerupai loreng-loreng harimau. Hasilnya cukup memuaskan, dua harimau kecil sedang tersenyum. Sementara piggy dibuat dari nasi putih yang dicampur sakura denbu untuk menghasilkan warna pink. Kemudian telinga dan hidungnya saya buat dari potongan daging burger. Jadi deh si piggy yang halal dimakan untuk Aidan. :)

Menu pendamping bento kali ini adalah ikan dori yang digoreng dengan tepung, bihun goreng, brokoli, dan puding mangga.






Project Obento #8

Udah lama juga gak posting tentang bento. Memang sempat terhenti sebentar waktu awal Aidan masuk TK, karena saya harus mengantar Aidan sekolah dan agak repot mengatur waktu untuk bikin bento untuk kakak. Tapi saya sempat ikut workshop membuat bento yang diadakan oleh Little Bento House. Waktu itu diadakannya di Smoked Crab Restaurant, Grand Indonesia. Saya ikut workshop ini ramai-ramai dengan beberapa saudara dan teman. Dalam workshop yang diadakan untuk pemula ini kami diajari membuat bento basic dari nasi dan juga kreasi untuk membuat burger. Senang sekali dapat ilmu baru. :D




October 20, 2011

Pak Tani Punya Sapi

Dalam rangka tema 'Kebutuhanku', minggu lalu Aidan dan teman-teman kelas TK-A TKAI jalan-jalan ke peternakan sapi Cibugary di Pondok Rangon. Aidan senang sekali, dari pagi sudah semangat mau berangkat ke sekolah. Bangun pagi gak pake rewel langsung mandi, sarapan, dan Aidan pun siap berangkat lengkap dengan sepatu boots karet.



Setiap kelas akan berangkat dengan 2 mobil. Karena ada 3 kelas TK-A, maka kami akan pergi dengan 6 mobil, salah satunya si TJ. Biasanya, anak yang mobilnya dipakai dan Bundanya ikut mendampingi sebagai WOTK gak boleh naik mobilnya sendiri, harus pergi naik mobil temannya. Tapi kali ini Bu Atih, wali kelas Aidan, berbaik hati, Aidan dan teman-teman anak laki-laki boleh naik si TJ alias mobil Aidan bersama Bu Atih dan ditemani saya. Aidan senang sekali. Bunda lumayan pusing, berada 1 mobil dengan 7 anak laki-laki umur 4 tahun. Untung ada Bu Atih selaku pawang anak-anak. Sepanjang jalan Bu Atih mengajak anak-anak bernyanyi, membaca sajak, ngobrol, bahkan Bu Atih membawa kartu-kartu kecil bertuliskan huruf a-i-u-e-o, untuk memperkenalkan huruf hidup pada anak-anak sambil bernyanyi. Gak terasa kami pun sampai di tujuan, peternakan sapi Cibugary.



Sebelum berkeliling, anak-anak dikumpulkan di sebuah saung, kemudian bapak dari Cibugary menyapa anak-anak dan menjelaskan sedikit tentang sapi dan manfaat susu sapi, juga bersama-sama menyanyikan lagu tentang Sapi. Kemudian anak-anak berbaris per-kelas dan mulai berkeliling mengunjungi kandang sapi. Anak-anak menganmbil rumput panjang untuk memberi makan sapi.  Beberapa kali anak-anak terkaget-kaget melihat sapinya pipis, yang kata bapak petugas sapi sekali pipis bisa sampai 15 liter. xD

Setelah itu, anak-anak dibawa ke tanah terbuka di bagian belakang, dimana terdapat sebuah kadang kecil yang terbuka berisi berapa sapi perah. Pak petugas kembali menjelaskan tentang proses pemerahan susu sapi secara manual, dan memberikan contoh bagaimana cara memerah susu. Kemudian anak-anak boleh mencoba memerah susu. Muka Aidan mulai panik di bagian ini. Dia terus menghindari antrian, sampai akhirnya mulai sepi dan Aidan gak bisa menghindar lagi. Banyak juga anak-anak yang takut, tapi Bu Atih bilang yang penting dicoba dulu. Kalau sudah dekat sapi-nya benar-benar tidak berani, boleh mengelus saja. Jangan karena takut jadi tidak mau mencoba *tepuk tangan buat Bu Atih*. Aidan mendekati sapi dengan digandeng Bu Atih, setelah itu ternyata dia berani juga memerah susu sapi. Setelah selasai dan ditanya, "Serem gak De?" Aidan menjawab, "Enggak, biasa aja." dengan muka belagu *sekali lagi tepuk tangan buat Bu Atih*. :D





Sebelum pulang kembali ke sekolah, setiap anak mendapat bingkisan berisi 500ml susu sapi dingin. Sampai di sekolah, Aidan yang sudah kepanasan ngotot minta minum susu sapi yang ia dapat, sepertinya dia setengah berasumsi kalau itu adalah susu yang dia perah tadi. Akhirnya saya biarkan Aidan minum susu-nya di sekolah, dan habis. Plastik berisi susu detengah liter langsung kosong dalam 10 menit. Setelah itu Aidan baru mau pulang. Di mobil si anak gembul ini langsung bersandar di kursi dan tidur. Pak Tani Aidan sepertinya kelelahan habis merah susu sapi. Selamat mimpi sapi Aidan.



for more pics please click here.

Cibugary (Cibubur Garden Dairy)
Komplek Peternakan DKI Blok C
RT 01 RW 02
Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...