Minggu, 04 November 2012

Kiat Studi

Seiring berkembangnya tahun, melanjutkan studi di luar negeri menjadi pilihan bagi banyak orang Indonesia. Beberapa negara yang sering diminati adalah negara Singapura, Malaysia, Hong Kong, tak kalah dengan negara bagian barat, seperti Amerika dan Eropa. 

Demi meneruskan sekolah ke luar negeri, beberapa ketentuan harus diikuti dan dipelajari. Inilah kiat-kiat yang dapat kalian ikuti untuk sukses dalam studi di luar negeri:
1.  Mempersiapkan dokumen-dokumen penting
Kalian harus melampirkan apa yang diminta dari sekolah atau universitas yang ingin kalian masuki - sebagai contoh; rapot sekolah, nilai ekstrakulikuler, esai, surat rekomendasi, dan lain-lain. Ingatlah bahwa setiap sekolah memiliki persyaratan yang berbeda-beda, jadi kalian harus bisa memastikan apa yang perlu dan yang tidak.

2. Biaya yang cukup
Biaya tersebut berguna untuk:
 -  Registrasi sekolah
 -  Transportasi
 -  Kebutuhan komunikasi
 -  Kebutuhan sehari-hari, seperti makanan, minuman, peralatan sekolah, pakaian
 -  Pemeriksaan kesehatan 

3. Penguasaan bahasa Inggris
Bahasa Inggris menjadi prasarana yang penting dalam komunikasi, yakni bahasa ini adalah bahasa internasional. Oleh sebab itu, kebanyakan universitas meminta nilai TOEFL (Test of English as a Foreign Language) atau IELTS (International English Language Testing Service) sebagai standarisasi kemampuan bahasa Inggris kalian. Beberapa sekolah atau universitas di Amerika juga memerlukan tes SAT (Scholastic Assessment Test), yang tingkat kesulitannya paling tinggi diantara semua. Kalian bisa mengikuti placement test dahulu untuk mengukur kemampuan kalian. Jika hasilnya kurang memuaskan, akan lebih baik jika kalian mengikuti kursus bahasa Inggris. Semoga dengan hasil yang lebih baik, nilai kalian bisa memenuhi persyaratan universitas atau sekolah yang kalian mau.

4. Memilih jurusan
Mungkin beberapa dari kalian masih tidak mempunyai bayangan akan jurusan yang akan diambil. Menurut saya, akan lebih baik jika kalian mulai untuk mencari-cari di internet tentang jurusan yang kalian sukai dan terlihat cocok bagi diri kalian. Yang terpenting adalah jangan pernah mengikuti pelajaran atau jurusan yang diambil oleh teman atau pacar kalian, karena masa depan kalian berada di tangan sendiri, bukan orang lain.

5. Diijinkan oleh orang tua
Tidak semua orang tua mengijinkan anaknya untuk pergi atau tinggal jauh dari mereka. Maka dari itu, kalian bisa meluangkan waktu dengan orang tua untuk membicarakan apa yang menjadi nilai kalian ini. Kalian bisa menjelaskan kepada mereka tujuan kalian yang kedepan dan mengapa memilih untuk melanjutkan studi di luar. Jika mereka memperbolehkan, hal ini pasti membuat kalian bahagia. Namun, jika tidak, jangan berkecil hati dahulu. Kalian bisa bertanya secara baik-baik dengan mereka, dan mencoba untuk mencari solusi yang tepat.

6. Merasa yakin dan mempunyai tekad untuk belajar dengan serius
Studi di luar negeri berarti kalian sudah merasa yakin dan dewasa, serta mandiri. Ini juga berarti bahwa kalian bisa menjaga diri dan bertanggung jawab atas apa yang kalian lakukan. Tidak dalam jangkauan orang tua setiap hari selama 24 jam bukan berarti kalian bisa bertindak semena-mena. Kalian harus tanamkan di pikiran kalian bahwa sebagai pelajar, kalian harus serius dan berjuang untuk mencapai keberhasilan. Ditambah lagi, jangan menyia-nyiakan kepercayaan  yang diberikan orang tua kepada kalian dengan bertindak tidak sesuai norma dan peraturan. 

7. Memilih pergaulan yang tepat
Sungguh nyata bahwa teman yang bergaul dengan kalian akan sangat mempengaruhi kehidupan kalian. Jika teman tersebut patuh pada peraturan, kalian juga akan ikut menjadi disiplin. Jika teman tersebut sering bolos sekolah, kalian juga akan terbawa kemalasan. Bukan berarti kalian tidak boleh menjadi anak gaul, yang minder kesana kesini. Namun, kalian harus bisa membedakan mana teman yang baik dan buruk, teman yang mendukung atau menjatuhkan. Pilihan ada di tangan kalian sendiri.

8. Meminta pertolongan Tuhan
Tak lupa untuk selalu meminta bimbingan dari Tuhan di dalam kehidupan sehari-hari, dimanapun dan kapanpun. Kalian tidak tahu apa yang akan terjadi di luar sana, jadi tetaplah  bersekutu denganNya dan rajin berdoa.

Demikian kiat-kiat yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat bagi kalian semua. Ingatlah untuk mempersiapkan sesuatu dari jauh-jauh hari, sehingga kita dapat menikmati hasilnya sebelum semua terlambat.


Senin, 15 Oktober 2012

Buku Harian


Dear diary,

Gue lagi galau banget nih. Sekarang udah kelas 12, harus siap-siap buat ke universitas. Gue aja masih bingung mau kemana dan mau ambil jurusan apa. Gue juga harus belajar tambahan bahasa Inggris, supaya gue bisa diterima di uni yang gue mau. Bukan itu doang sih, gue juga harus dapat bagus di mata pelajaran sekolah. Kalau enggak, sertifikat gue bisa gak ada artinya nih, apalagi gue rencananya sekolah ke Amerika. Ditambah lagi, nilai gue menurun drastis kayak air terjun. Gila banget, masa apa yang gue udah pelajarin malah gak keluar? Kan sedih, udah cape-cape belajar padahal. Nah, dari sini gue mikirin lagi, gimana coba gue bisa meraih nilai yang tinggi kalau pas lagi tes aja masih kurang terus menerus. Aduh, kenapa sih sekolah jadi kayak gini sekarang. Di sekolah susah, mau sekolah ke luar pun juga jadi banyak tantangan banget. Kesel lah.

Tapi setelah gue pikir-pikir, kayaknya gue emang belum ada tekad deh untuk mencapai ini semua. Tapi di lain sisi, gue pengen banget bisa mengatasi ini semua! Plin-plan kan, emang deh kebiasaan jelek gue ini gak hilang-hilang. Gue masih aja tenang-tenang, padahal waktu itu udah mepet. Nggak mungkin bisa lah ya, belajar tambahan bahasa Inggris dan ingin mencapai nilai yang bagus tapi hanya dalam jangka waktu yang cepat? Semua kan perlu proses untuk mencapai keberhasilan. Ditambah lagi, gue orang yang suka menunda. Apa yang harus dilakukan saat itu, malah gue selesaikan pada deadline yang gak jelas. Jelas banget, karena segala sesuatu yang suka gue tunda dan anggap enteng, jadi deh buat kerugian pada diri gue sendiri. Hmm.. gue udah mulai sadar sih akan perlakuan gue yang gini terus. Setelah ngelihat teman-teman dekat gue pada siap pindah untuk ke universitas, gue baru sadar kalau gue yang dianggap 'perfeksionis' masih enggak bisa siap menghadapi situasi kayak mereka.

Kalau gue diam terus, masalah kayak gini enggak bisa selesai. Gue berjanji pada diri gue sendiri, kalau gw bakal cari guru les tambahan bahasa Inggris dan luangkan waktu buat les. Gue harus bangkit, dan enggak ada lagi ruang untuk males. Gue mau berusaha untuk mengerti pelajaran di sekolah dan belajar dengan serius. Dari semua ini, gue harus bisa bagi waktu dengan baik, dan buat jadwal kegiatan tiap hari. Gue berharap, gue bisa berhasil dan siap untuk lanjutkan sekolah ke Amerika.

Sabtu, 12 Mei 2012

Kasih yang Luar Biasa

Kala matahari masih gelap
Embun menetes di dedaunan nan hijau
Angin bertiup sepoi-sepoi menyejukkan
Panggilanmu.. Dekapan hangatmu..


Suara itu begitu khas bagiku
Dengan sentuhan lembut di kepalaku
Kau memanggilku dari mimpi nan indah
Kau membimbingku menggapai bintang


Hari demi hari, jam demi jam, detik demi detik
Kau iringi langkah hidupku
Kau..bimbing aku di sungai yang mengalir
Ketika arus deras tampak menghadang


Tak kenal lelah tak kenal letih
Kau selalu berdiri tegap disana
Apapun kau lakukan untukku
Dengan kesabaran dan kasih setiamu


Kini aku berdiri disini
Hasil dari jerih payah dari cintamu yang tak kunjung padam
Kuraih bintang di langit
Yang menjadi lukisan kebanggaanmu


Terimakasih Allahku, Tuhanku
Pelita hidupku dan pancaran jiwaku
Terimakasih untuk ayah dan ibuku tercinta
Teriring pelukan dan cinta dari anakmu terkasih

Jumat, 11 Mei 2012

Gratefulness



      Aaron dan Julio adalah hao peng you. Mereka telah bersahabat sejak kecil *belajar bersama-sama, pulang sekolah bersama-sama, saling membantu. Tapi suatu hari, perusahaan ayah Julio bangkrut karena terkena nuclear radiation. Keluarga Juliopun jatuh miskin. Tak disangka, Aaron tak ingin lagi bersahabat dengan Julio. Suatu siang ketika Julio, Aaron, Clara, dan Naysilla sedang berada di kelas untuk bersih-bersih sebelum pulang sekolah, Julio minta Aaron untuk membantunya. Menurutnya, Aaron lah yang bisa menolongnya dan merupakan sahabatnya. Tapi yang terjadi adalah Aaron balik menghina Julio. 

      Naysilla dan Clara menasihati Aaron karena dia sangat jahat dan sombong pada Julio.

Clara, Naysilla dan Aaron bertemu Julio di pinggir jalan sedang membongkar-bongkar tempat sampah. Julio tidak mampu untuk membeli makanan, sehingga hanya di tempat sampahlah ia bisa mendapatkannya. Tanpa sepatah kata apapun, Aaron mengejek Julio. Ia segera mengajak Clara dan Naysilla ke tempat yang layak untuk mendapatkan makanan, tanpa melihat ke arah Julio lagi.

Julio terpaksa mengatakan bahwa ia rela untuk putus sekolah demi adiknya, Mario, yang menduduki jenjang SD. Rumah mereka disita oleh pemerintah karena tidak sanggup membayar hutang.

     Julio : Begini, orang tua ku tidak punya uang untuk membiayai aku dan adikku untuk sekolah. Sedangkan adikku masih mau sekolah, jadi aku mengalah saja untuk adikku. Biar adikku yang sekolah dan aku membantu orang tuaku untuk bisa hidup.
Naysilla: Serius Jul?
Clara: Mulia betul hati mu sobat.
Aaron : Haha. Mulia apanya? Dia cuma mau cari muka tahu? Kalian ini gampang sekali dibodohi sama dia.
Julio : Tega sekali kau berkata begitu pada ku. Aku memang sekarang sudah miskin, tapi aku masih punya perasaan. Kalau kamu tidak mau bersahabat lagi dengan ku, ya sudah itu tidak jadi masalah buat ku, tapi jangan kau hina aku dengan kata-katamu itu.Aku pun sangat bersyukur karena aku masih dapat bertahan hidup dan dapat memuji Tuhan. Satu lagi, aku tidak pernah menyesal pernah berkenalan dengan mu. Tapi itu merupakan pembelajaran bagi ku. Terima kasih Aaron.
Teman-teman yang lain memarahi Aaron dan semua meninggalkan dirinya. Aaron pun tidak punya teman lagi dan dia bunuh diri karena tidak tahan hidup. Ketika ia ingin loncat dari gedung paling tinggi, teman-temannya, termasuk Julio, tidak sengaja melihatnya. Mereka telah mencegahnya, namun semuanya terlambat. 

Di sisi yang lain, Julio pun akhirnya dapat bertahan hidup dan menjadi orang yang sukses di usia tuanya, begitu juga dengan adiknya. Semua in karena Julio yang selalu berysukur dan tidak putus asa. 

Kamis, 10 Mei 2012

Emosi deh Gue!

Mengendalikan emosi adalah satu hal yang sulit untuk dilakukan bagi para remaja. Udah lagi badmood karena ada hal yang kurang menyenangkan, eh ada aja yang gangguin kita. Kita udah gak bisa berpikir jernih lagi, dan juga gak bisa jaga sikap. Kemarahannya tuh udah meluap-luap, walaupun terus-terusan ditahan, rasa benci semakin menumpuk. Gak tau deh harus bagaimana lagi, cuman bisa nangis kalau gak cerita sama temen deket. 


Marah-marah sama orang tuh berdampak negatif pada diri kita sendiri. Kita buang banyak energi, padahal energi tersebut bisa kita pakai untuk melakukan sesuatu yang lebih berguna. Kalau kita demen marah-marah, hal ini bisa buat kita jadi tidak disukai oleh orang lain, ya walaupun kita gak marah sama orang itu. Selain itu, orang yang gak bisa kontrol emosi berarti orang yang lemah dan gampang diserang. Ya iya lah, kita marah kan berarti kita terpancing dong? 


Maka itu, bagi yang suka marah, termasuk saya sendiri, kita harus bisa ubah sikap nih. Di saat masih muda, kita harus bisa berteman dengan siapapun. Jangan gara-gara ada satu masalah kecil, kita marah, eh akhirnya musuhan deh. Kan gak dewasa banget. Udah gitu, dibanding marah-marah, kita lebih baik fokus sama studi kita. Pokoknya jangan lakukan sesuatu yang diawali dengan kemarahan. Sekali marah, otak kita udah gak rileks lagi, gak bisa konsentrasi ke pelajaran karena peredaran oksigen yang mengalir ke otak gak lancar. 


Kita harus bisa mengendalikan emosi kita dan berpikir lebih dewasa lagi. Semakin kita marah, semakin kita membesar-besarkan masalah. Orang marah sih boleh, tapi bermaksud untuk menegur dan jangan sampai dendam kusumat. Pokoknya harus bisa liat situasi kondisi deh. Keep calm and carry on, Bro!

Selasa, 08 Mei 2012

High School is Tough

Pusing sekolah. Badan cape banget. Hubungan sama temen lagi gak oke. Tidur malem terus.
Inilah yang gw rasakan selama masuk SMA. SMA itu super beda sama SMP, segala sesuatu yang kita lakuin tuh kayaknya gak ada selesai-selesainya. Ditambah lagi, tugas sekolah yang numpuk, susah karena kriteria nilainya ketat banget. Gak perlu deh belajar mati-matian sampe begadang, toh yang keluar di ulangan juga beda sama yang udah dipelajarin. Yang penting tuh ngerti dan tahu konsepnya. Masalahnya adalah walaupun udah ngerti, pas saat kerjainpun jadi gerogi dan bingung. Aduh, pokoknya pikirannya ke mix up smua.


Hari demi hari, gw biarin hal ini terjadi terus. Mau berubah supaya lebih tough, banyak istirahat, dan bisa bagi waktu, tetep aja gagal. Kayaknya tuh ada sesuatu yang menghalangi gw untuk berubah. Gw kayak udah gak ad tekad dan effortless. Aduh.. Dulu gw selalu berjuang supaya nilai gw gak turun, dan gw masih bisa capai itu. Tapi sekarang, kalau gak punya basic, gak ngerti, dan logika gak jalan, percuma deh. Gw sadar bahwa nilai bukan segala-galanya, dan nilai bagus bukan berarti bisa sukses di hari depan. Mau bagaimanapun, gw harus face the reality dan selalu melakukan yang terbaik. Gw harus tetep semangat, seperti peribahasa "berakit rakit ke hulu, berenang-renang ketepian". Mungkin ini semua jalan Tuhan, dan Tuhan pasti kasih yang terbaik untuk anakNya.

Jumat, 04 Mei 2012

Permata Hatiku

Dengan segenap hati dan jiwaku
Kudatang padaMu dalam kerinduan
KasihMu yang sanggup mengubahku
Dan menguatkanku dalam pengharapan


Yesus Engkaulah Permata hatiku
Dunia tak dapat menggantikanMu
KemuliaanMu tercurah bagiku
Menjadikan ku indah dan semakin indah bagiMu




Saat itu, saya dan teman-teman di sekolah sedang mengikuti suatu kebaktian. Saya sangat meyukai lagu ini, karena nada dari lagu ini sangat catchy dan kata-katanya sungguh bermakna dalam kehidupan sehari-hari. Saya senang karena bisa dengan mudah mempelajari lagu baru ini. Saya menjadi sadar bahwa Tuhan itu selalu ada di sekitar kita. Dia memberi kita kekuatan, pengharapan, dan kasihNya tak ada habisnya. Jadi, di saat apapun juga, mau sedih mau senang, kita harus selalu bersandar pada Dia. Jangan pernah merasa bahwa kita tidak berharga. Kita itu sangat berharga di mata Tuhan, biarkanlah Dia selalu menjadi permata hati kita. 

Selasa, 01 Mei 2012

Think Positive

Hampir setiap hari Jumat, aku dateng ke persekutuan muda-mudi Katolik, alias mudika. Disana, aku belajar lebih dalam mengenai firman Tuhan. Udah lama sih aku gak dateng, pertama gara-gara aku sering kecapean dan baru sembuh dari keseleo. Rasanya aneh sih dateng sendiri, karena selama ini aku selalu ditemenin sama temen-temen. But it was really good to be there, dan aku sadar bahwa aku gak boleh selalu tergantung ada temen atau gak. 


Pas kemaren, topik yang dibawakan berjudul Soul Mould. Aku gak bisa tebak kira-kira itu mengenai apa. Pembina aku bercerita banyak, mengenai topik tersebut. Aku belajar bahwa kita, manusia, sering banget 'mencetak' sesuatu yang sempit di dalam diri kita. Kita cenderung buat mikir, "Gw mana bisa sih juara, pasti saingannya berat" atau "Aduh, hopeless banget, gw mana bisa jadi kayak lu!" Kita selalu berpikir yang negatif, dan lupa kalau Tuhan tuh sebenarnya ada. Apalagi kalau kita mendengar kata-kata yang kurang enak didengar selama lebih dari satu kali. Pasti kata-kata itu terngiang-ngiang di pikiran kita, jadi deh semangat kita semakin down


Walaupun Tuhan terlihat pasif, tapi Tuhan punya power yang sungguh besar untuk mengubah kita. Inget loh, Tuhan udah siapin adonan yang besar untuk kita, dan kita harus juga punya cetakan yang besar. Pikiran kita gak boleh sempit, kita harus percaya bahwa Tuhan itu luarbiasa. 



Jumat, 20 April 2012

Just for Fun

Dimana-mana ada semut
Berjajar kayak di parking lot
Kamu memang sangat imut
Percuma deh kalau bolot




Rabu, 18 April 2012

I Will Try To Fix You

Suatu waktu, salah satu teman deket aku itu sedang sakit. Aku gak tau mesti ngapain untuk hibur dia, dan cuman puisi singkat ini yang ada di pikiran aku:




Ketika cahaya rembulan tidak menerangi kegelapan malam
Ketika payung tidak tersedia saat hujan
Ketika kau merasa tidak berdaya di tengah-tengah keadaan
Ingatlah bahwa Tuhan akan selalu bersamamu, memulihkanmu :)