Sunday, April 28, 2024

Kemacetan Jakarta

Saya tidak apa-apa dengan kemacetan Jakarta.

Maksud saya, bukan berarti saya menyukainya. Terjebak di jalanan, menebalkan kesabaran, tanpa kepastian pukul berapa sampai di rumah.

Saya koreksi.

Saya menyenangi menyetir mobil, di kala berangkat ke kantor di pagi hari ataupun saat pulang ke rumah di kala petang.

Di rumah, terbenam dengan cengkrama bersama keluarga.

Di kantor, terhanyut dengan riuhnya kejaran dunia.

15 km antara rumah dan kantor, adalah suaka saya.

Sendiri, saya senang. Seringnya sambil bernyanyi sendiri.

Berdua dengan kekasih hati, senangnya apalagi. Seringnya sambil bercerita bersama.

Semakin lama di perjalanan, saya tidak apa-apa.

Sunday, December 10, 2023

Jika Saya Bukan

Jika saya bukan pekerjaan saya, siapa saya.

Tidak punya hobi.

Jarang sekali berkumpul bersama teman.

Tidak punya kegiatan rutin lain selain perkara kerjaan.

Selebihnya, adalah waktu bersama keluarga.


Jika saya bukan pekerjaan saya, siapa saya.

Entah mengapa rasanya tentang siapa saya adalah perkara pekerjaan saja.

Selebihnya, siapa saya.

Saturday, March 25, 2023

12 Tahun Kemudian

 

Tulisan hari ini, 12 tahun yang lalu.

Dan belum, dua belas tahun kemudian, kita masih belum pernah berfoto bertelanjang berdua di bawah cahaya rembulan, berpelukan kedinginan saling menghangatkan.

Terus terang, saya sebenarnya lupa pada niatan ini.

Dan besok, mungkin bukan waktu yang tepat untuk mencobanya.

Kita akan makan malam bersama untuk merayakannya, bersama dengan dua buah hati tercinta, Bumi dan Damai.

Mungkin saya besok itu akan menjadi semacam makan malam bersama, sama seperti makan malam bersama yang pernah dan sering kita lakukan sebelumnya.

Mungkin saya tidak ada acara romantis berdua, namun saling berganti makan dan menyuapkan si kecil, sambil bercerita tentang masalah kerjaan, dan sambil mungkin teriak-teriak untuk mencegah agar dua kakak beradik itu tidak saling berantem.

12 tahun perjalan bersama.

Saya tidak ingat kapan kita berantem juga. Mungkin perkara jam dinding di kamar di tahun-tahun awal kita menikah. Selain itu saya tidak ingat.

Bukan berarti hari berlalu dengan romantisme dan cumbu selalu. Tidak juga.

Saya bukanlah pria romantis yang bisa berkata-kata bunga dan berlaku cinta. Pernah beberapa kali bertanya kepada kekasih, namun dibilang tak tertarik juga.

Dan tidak jarang saya berlaku yang mungkin tidak disetujuinya, tidak disukainya. Begitupun dia.

Tapi kita juga rasanya tidak pernah berharap untuk menjadi sepenuhnya seperti apa yang pasangan inginkan.

12 tahun perjalanan bersama.

Saya tidak ingat kapan kita membuat aturan. Rasanya tidak ada catatan bahawasanya ini tugas seorang Ibu, ini tugas seorang Bapak. 

Anak-anak mungkin bias, dan bingung menjawab ketika ditanya Bapaknya melakukan apa, Ibunya bertanggung jawab apa.

Tidak setiap hari kita merasa penuh dan siap untuk memegang peran, saya sebagai suami dan saya sebagai Bapak untuk anak tertua, pun sebagai Bapak terhadap sang adiknya.

Bukannya kita tidak pernah berkeluh kita lelah, sering malah, tapi rasanya kita terima dan jalani semua dengan raga ditemani jiwa.

Tapi, 12 tahun perjalanan bersama, adalah perjalanan dimana saya melihat dia menjadi semakin cantik setiap harinya.

Tapi, 12 tahun perjalanan bersama, adalah perjalanan dimana saya merasakan gairah begitu bertambah setiap kali kita bercinta.

Tapi, 12 tahun perjalanan bersama, adalah perjalanan dimana saya semakin menemukan keteduhan dalam segala alunan suaranya.

12 tahun bersama, memang kita belum sempat, belum pernah mengambil foto berdua, bertelanjang dan bercinta di bawah terang purnama.

Tapi 12 tahun bersama, kita sudah mengambil ingatan dan meciptakan kenangan setiap harinya, setiap waktunya saling mencintai sebuah keluarga yang kita kan rawat sampai surga nantinya.

It's a lot like love, already.

Thursday, December 22, 2022

Menahan Perih

Hampir satu tahun sejak pertama kali mengalami gangguan pada tulang belakang.

Hampir satu tahun pula bolak balik rumah sakit, menjalani terapi yang tak jua kunjung selesai.

Rasa perih di bagian pinggang, punggung, bahu dan leher belakang tak jua hilang.

Sesekali di kategori sakit sekali, selesai terapi terasa enakan, tapi tak pernah hilang sampai sekarang.

Dokter bilang harusnya beristirahat dengan baik, jauh dari mengangkat beban.

Tapi ada daya, hari yang terus dialami.

Jadi untuk sementara ini, terpaksa menahan perih saja setiap hari.

Saturday, September 24, 2022

Perkara Badan

MRI ketiga sudah, belum setahun.

Saya tak ingat berapa lama persisnya yang pertama dan yang kedua, tapi rasanya tak selama yang terakhir ini. Hampir satu jam di berbaring di terowongan yang berisik dan menyesakkan. Tak sampai trauma tapi rasanya tak ingin saya kembali.

Kondisi yang tak jua kembali prima membuat saya harus kembali menjalani rutinitias terapi.

Katanya, kondisi ini tidaklah berbalik membaik. Hanya akan terus tergerus memburuk.

Sekarang perkara seberapa tenang saya untuk membuatnya lambat.

Perkara badan, saya sadari, bukanlah tentang diri sendiri. Tetapi untuk mereka yang kita cintai.

Sunday, September 11, 2022

Cerita Parkir

Sekali waktu, ada satu tempat kosong. Beruntung sekali rasanya bisa langsung dapat tempat parkir di saat waktu sibuk di sebuah mall. Selesai parkir, segera berlalu ke lobi. Ketika menunggu lift, mata saya tertumbuk pada sebuah penanda yang hanya beberapa meter dari mobil terparkir. "Ladies Parking".

Lain waktu, berbohong sama satpam, mengaku menginap di hotel tersebut, padahal hanya mencari tempat parkir. Bukan perkara mau parkir gratis, tetapi terburu-buru, akhirnya melipir ke sebuah hotel yang parkirannya hanya dijaga satpam, tanpa karcis ataupun kartu.

Di waktu beda, hampir satu jam putar-putar mencari parkiran yang kosong. Dikala asa mulai menyerah, akhirnya ada satu tempat yang baru ditinggal mobil sebelumnya. Di kala hati senang, tiba-tiba si jendela tidak bisa dinaikan kembali. Sekali, dua kali, sepuluh kali coba, tak juga bisa. Tak mungkin lah ditinggal mobil dengan jendela terbuka.

Batal, pulang saja.

Sunday, August 7, 2022

Angin Ingin

Ingin lanjut sekolah lagi. S3.

Ingin mendirikan sebuah lembaga think tank.

Ingin menulis buku tentang dunia energi.

Ingin punya acara stand-up comedy.

.

Ingin ini ingin itu, tapi angin-anginan.

Friday, August 5, 2022

Berdagang dan Pintu Rezeki

The Capsule Malioboro, sebuah hostel dengan tempat tidur yang berdesain capsule luar angkasa. Bertempat di daerah Malioboro, usaha berdagang jasa tempat penginapan ini saya mulai bersama beberapa teman di pertengahan tahun 2019. 

Alhamdulilah, sempat mengalami defisit selama hampir dua tahun pandemi, rezeki mulai kembali dibukakan. Alhamdulilah mulai kembali ramai. Sila pesan di sini jika ada yang berencana ke Yogyakarta.

Kualitea - Artisan Tea and Coffee House, sebuah kafe kecil di bilangan Cilandak, Jakarta Selatan, usaha berdagang minuman dan makanan ini saya mulai bersama istri dan teman sejak bulan Maret yang lalu. 

Alhamdulilah sudah mulai ada yang datang menikmati jamuan kami, entah sendiri atau bersama dengan teman atau orang terkasih. Sila lihat berbagai menu teh terbaik kami, dan berkunjung untuk menikmati quality drink and quality food to accompany your quality time.

Katanya mengutip dari sebuah hadits, “Sembilan dari sepuluh pintu rezeki ada dalam perdagangan.“

Baru dua, berarti lanjut dengan tujuh rencana berdagang lainnya.

Hahahaha, bercanda. Tapi siapa tahu diberkahi niatnya.

Jadi ini hadits memang sering tersebar di kalangan orang awam seperti saya sebagai motivasi untuk berbisnis atau menjadi pedagang. Namun, menurut sebuah artikel, disayangkan hadits ini belum diteliti akan keshahihannya.

Tapi paling tidak, sebagai orang Minang, yang terkenal sebagai perantau yang berdagang, sekarang saya bisa jawab dengan lantang bahwa saya adalah orang Minang sejati, sang pedagang, ketika ditanya teman di kampung sana.

Mohon doanya ya, dan silahkan datang untuk menggenapkan pintu rezeki saya. Terima-kasih. :-)

Saturday, March 19, 2022

Selamat Ulang Tahun, Nak

Dari pagi sikapnya terkesan malu. 

Beberapa kali  mengeluh pelan.

Ternyata ini perkara ereksi, pertama kali ia mengalami.

Pembicaraan pagi itu adalah pembicaraan antara sesama laki-laki.

Selamat ulang tahun, Nak.

Jaga penismu dengan otak dan hati.

Wednesday, February 23, 2022

Lalu, lalu apa?

Di taksi, saat perjalanan menuju rumah sakit. Banyak sekali kata yang ingin dirangkai.

Di kafe, kala mengobrol dengan teman. Tiba-tiba saja ada sejuta kata yang hendak ditulis.

Di kasur, ketika sedang asik meluncur di dunia maya. Seketika terlintas ribuan kata yang mau ditata.

Lalu ketika di depan laptop, bingung mau tulis apa.

Sekian. 


*judul diambil dari dialog AADC?