
Tulisan hari ini, 12 tahun yang lalu.
Dan belum, dua belas tahun kemudian, kita masih belum pernah berfoto bertelanjang berdua di bawah cahaya rembulan, berpelukan kedinginan saling menghangatkan.
Terus terang, saya sebenarnya lupa pada niatan ini.
Dan besok, mungkin bukan waktu yang tepat untuk mencobanya.
Kita akan makan malam bersama untuk merayakannya, bersama dengan dua buah hati tercinta, Bumi dan Damai.
Mungkin saya besok itu akan menjadi semacam makan malam bersama, sama seperti makan malam bersama yang pernah dan sering kita lakukan sebelumnya.
Mungkin saya tidak ada acara romantis berdua, namun saling berganti makan dan menyuapkan si kecil, sambil bercerita tentang masalah kerjaan, dan sambil mungkin teriak-teriak untuk mencegah agar dua kakak beradik itu tidak saling berantem.
12 tahun perjalan bersama.
Saya tidak ingat kapan kita berantem juga. Mungkin perkara jam dinding di kamar di tahun-tahun awal kita menikah. Selain itu saya tidak ingat.
Bukan berarti hari berlalu dengan romantisme dan cumbu selalu. Tidak juga.
Saya bukanlah pria romantis yang bisa berkata-kata bunga dan berlaku cinta. Pernah beberapa kali bertanya kepada kekasih, namun dibilang tak tertarik juga.
Dan tidak jarang saya berlaku yang mungkin tidak disetujuinya, tidak disukainya. Begitupun dia.
Tapi kita juga rasanya tidak pernah berharap untuk menjadi sepenuhnya seperti apa yang pasangan inginkan.
12 tahun perjalanan bersama.
Saya tidak ingat kapan kita membuat aturan. Rasanya tidak ada catatan bahawasanya ini tugas seorang Ibu, ini tugas seorang Bapak.
Anak-anak mungkin bias, dan bingung menjawab ketika ditanya Bapaknya melakukan apa, Ibunya bertanggung jawab apa.
Tidak setiap hari kita merasa penuh dan siap untuk memegang peran, saya sebagai suami dan saya sebagai Bapak untuk anak tertua, pun sebagai Bapak terhadap sang adiknya.
Bukannya kita tidak pernah berkeluh kita lelah, sering malah, tapi rasanya kita terima dan jalani semua dengan raga ditemani jiwa.
Tapi, 12 tahun perjalanan bersama, adalah perjalanan dimana saya melihat dia menjadi semakin cantik setiap harinya.
Tapi, 12 tahun perjalanan bersama, adalah perjalanan dimana saya merasakan gairah begitu bertambah setiap kali kita bercinta.
Tapi, 12 tahun perjalanan bersama, adalah perjalanan dimana saya semakin menemukan keteduhan dalam segala alunan suaranya.
12 tahun bersama, memang kita belum sempat, belum pernah mengambil foto berdua, bertelanjang dan bercinta di bawah terang purnama.
Tapi 12 tahun bersama, kita sudah mengambil ingatan dan meciptakan kenangan setiap harinya, setiap waktunya saling mencintai sebuah keluarga yang kita kan rawat sampai surga nantinya.
It's a lot like love, already.